Breaking News:

Torang Kanal

Seperti Ini Aktivitas Perkuliahan Daring Gadis Cantik di Manado

Meiva Fransiska Lomboan mengaku selama di rumah ia melakukan kegiatan perkuliahan secara daring

Kolase / Istimewa
Meiva Fransiska Lomboan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Penerapan Physical Distancing yang kini diterapkan di seluruh daerah di Indonesia demi memutus rantai penyebaran Cobid-19 mengharuskan warga untuk menjaga jarak minimal satu meter di antara mereka.

Physical Distancing ini pula dijadikan acuan pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran siaga Virus Corona yang menginstruksikan masyarakat untuk Work From Home dan belajar daring.

Salah satunya bagi mahasiswa aktif semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi yang bernama Meiva Fransiska Lomboan ini mengaku selama di rumah ia melakukan kegiatan perkuliahan secara daring.

Menurut gadis kelahiran Manado, 19 Mei 1999 ini Pandemi Covid-19 tentu sangat menggetarkan hati kita semua, karena harus melakukan semuanya dari rumah.

Hari Ini Sulut Hanya Ketambahan 1 Kasus Positif Covid-19, Dandel: Kemarin Lab Tak Periksa Sampel

"Saya mahasiswa aktif semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samratulangi," katanya.

Ia melanjutkan, waktu pertama diumumkan kuliah dilakukan dari rumah/daring, semula dia merasa senang.

"Karena saya pikir akan banyak waktu boleh dihabiskan di rumah, tapi lama kelamaan rasa bosan pun menghantui diri saya," ujarnya.

"Akan tetapi, saya tetap berusaha untuk menghilangkan rasa bosan saya dengan tetap melakukan kewajiban saya sebagai mahasiswa dengan belajar daring, selain itu saya punya waktu untuk lebih dekat lagi dengan orang rumah, boleh banyak bertukar pikiran, dan membantu orang tua saya. Sempat juga saya membenahi rumah saya termasuk kamar saya, agar terlihat lebih baik dan nyaman untuk tetap dirumah saja," tandasnya.

Ia juga mengatakan, sebelum pandemi, selain disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dia aktif dalam organisasi jadi tidak sering di rumah.

"Nah karena sekarang sudah lebih banyak waktu di rumah, saya menggunakan waktu saya untuk membereskan apa yang perlu dibereskan di rumah agar tetap nyaman ditempati (hehehe) Selain belajar di rumah, membereskan rumah, tak lupa juga saya tetap menyisihkan waktu untuk berdoa bersama keluarga dan saya juga mengumpulkan buku-buku bacaan saya yang sudah lama tidak disentuh untuk menemani keseharian saya dengan saya membacanya," tandasnya.

PDIP Minsel Salurkan Bahan Makanan di Desa Ranaan Lama, 450 KK Kebagian Berkat

Selain membuat dia menjalani pola hidup yang berbeda, Covid-19 juga membuatnya mengalami beberapa kesulitan, di antaranya dengan keadaan seperti ini, terkadang mau keluar rumah jadi takut karena tidak seperti biasanya.

"Juga sulit untuk bertemu dan bercengkarama dengan orang lain saudara, teman, dan lain-lain. Ingin rasanya saya dan keluarga saya ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara, tapi kami lebih memilih untuk tinggal di rumah saja sembari tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik," kata anak ke tiga dari tiga bersaudara ini.

Selain itu, pemilik akun Instagram bernama @meivalomboan ini tak lupa mengingatkan bahwa Rapid Test, Swab Test dan PCR perlu dilakukan, tapi untuk orang-orang tertentu yang mempunyai kendala biaya untuk memeriksakan diri, mereka saya rasa tidak perlu, kecuali mereka memang pernah melakukan kontak langsung dengan Pasien Covid-19 tersebut.

"Saya merasa perlu, karena dengan kita memeriksakan kondisi kesehatan kita, secara tidak langsung kita sudah menyelamatkan orang-orang yang kita sayangi yang berada di sekeliling kita," ungkapnya.

Tempat Wisata yang Dibuka Akan Ditutup Kembali Jika Ada Kasus Covid-19

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved