Virus Corona
Sederet Kasus Kebohongan Pasien Covid-19 di Indonesia, Petugas Medis Terinfeksi
Berikut kasus-kasus kebohongan pasien di sejumlah daerah yang dirangkum oleh Kompas.com.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penularan sebaran wabah corona sangat perlu diwaspadai oleh kita semua.
Tapi sayangnya, masih ada sejumlah pihak yang berbohong pada tenaga medis saat dimintai keterangan mengenai riwayat perjalanannya.
Akhirnya, akibat dari tindakan tersebut tak dapat terhindarkan.
Tenaga medis yang memeriksa pun terkena imbasnya.
Berikut kasus-kasus kebohongan pasien di sejumlah daerah yang dirangkum oleh Kompas.com:
1. Dilakukan oleh kuli bangunan yang baru mudik dari Jakarta
Seorang kuli bangunan asal Kecamatan Karangyung, Grobogan, Jawa Tengah berbohong pada petugas medis ketika berobat.
Ia yang baru saja mudik dari Jakarta, mengaku tak memiliki riwayat bepergian dari zona merah Covid-19.
Akibatnya, pria yang belakangan dinyatakan positif corona itu ditempatkan di bangsal umum Nusa Indah.
Di ruangan itu, pasien ditangani dokter spesialis dalam dan dokter spesialis paru.
Dokter curiga terhadap kondisi pasien yang mengarah pada gejala Covid-19.
Ia dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test pada awal April 2020.
"Usai rapid test, pasien ini akhirnya mengaku baru pulang dari Jakarta dan bekerja di proyek bangunan. Sepulang Jakarta dia sakit," kata Direktur RSUD Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Bambang Pujianto.
Karena ulahnya, 20 pegawai RSUD Purwodadi harus menjalani dua kali rapid test untuk memastikan kondisi mereka.
2. Sebabkan tenaga medis terjangkit corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/petugas-medisungkap-kengerian-saat-tanganikorban-virus-corona-tewas-yang-membludak-di-ekuador.jpg)