Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Sederet Kasus Kebohongan Pasien Covid-19 di Indonesia, Petugas Medis Terinfeksi

Berikut kasus-kasus kebohongan pasien di sejumlah daerah yang dirangkum oleh Kompas.com.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
RODRIGO BUENDIA / AFP via TRIBUN JOGJA
Petugas kesehatan merawat pasien yang menderita COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru di unit perawatan intensif Rumah Sakit Institut Keamanan Sosial (IESS) Ekuador Quito Sur di Quito pada 29 April 2020. Ekuador telah mencatat hampir 23.000 coronavirus kasus dan hampir 600 kematian, dengan Guayaquil kota yang paling parah terkena dampaknya. Tetapi jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penularan sebaran wabah corona sangat perlu diwaspadai oleh kita semua.

Tapi sayangnya, masih ada sejumlah pihak yang berbohong pada tenaga medis saat dimintai keterangan mengenai riwayat perjalanannya.

Akhirnya, akibat dari tindakan tersebut tak dapat terhindarkan.

Tenaga medis yang memeriksa pun terkena imbasnya. 

Berikut kasus-kasus kebohongan pasien di sejumlah daerah yang dirangkum oleh Kompas.com:

1. Dilakukan oleh kuli bangunan yang baru mudik dari Jakarta

Seorang kuli bangunan asal Kecamatan Karangyung, Grobogan, Jawa Tengah berbohong pada petugas medis ketika berobat.

Ia yang baru saja mudik dari Jakarta, mengaku tak memiliki riwayat bepergian dari zona merah Covid-19.

Akibatnya, pria yang belakangan dinyatakan positif corona itu ditempatkan di bangsal umum Nusa Indah.

Di ruangan itu, pasien ditangani dokter spesialis dalam dan dokter spesialis paru.

Dokter curiga terhadap kondisi pasien yang mengarah pada gejala Covid-19.

Ia dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test pada awal April 2020.

"Usai rapid test, pasien ini akhirnya mengaku baru pulang dari Jakarta dan bekerja di proyek bangunan. Sepulang Jakarta dia sakit," kata Direktur RSUD Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Bambang Pujianto.

Karena ulahnya, 20 pegawai RSUD Purwodadi harus menjalani dua kali rapid test untuk memastikan kondisi mereka.

Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, pada jam berangkat kerja, Kamis (11/6/2020) pagi.
Kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta Selatan, pada jam berangkat kerja, Kamis (11/6/2020) pagi. (Tribunnews.com/Herudin)

2. Sebabkan tenaga medis terjangkit corona

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved