Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Temukan Ini di Ponsel John Kei: Pasal Ini Didapat Setelah Buka HP Para Pelaku

Nana menjelaskan bahwa motif John Kei menyerang Nus Kei karena motif pribadi soal pembagian hasil penjualan tanah.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
(TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)
Polisi menggiring John Kei setelah dihadirkan bersama anggota kelompoknya dalam rilis perkara yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). John Kei bertanggung jawab dalam kasus penganiayaan, permufakatan jahat, pembunuhan berencana terhadap Nus Kei dan anak buahnya, ER. ER tewas di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020). 

Dilansir TribunWow.com, saat itu John Kei ditahan selama 7 tahun 10 bulan penjara akibat kasus pembunuhan Bos Sanex Steel, Tan Harry Tantono pada 2012.

Enam bulan setelah bebas, kini kelompok John Kei kembali diduga terlibat dalam kasus penembakan di perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, pada Minggu (21/6/2020).

Mantan Pembunuh Sadis John Kei
Mantan Pembunuh Sadis John Kei (Capture Kick Andy)

Sebelum bebas, John Kei sempat menyebutkan akan bertekad memberikan pelayanan dan bimbingan di lapas.

Hal itu ia sampaikan menyambut kebebasannya setelah merayakan Natal terakhir di dalam sel.

John Kei mendapatkan status bebas bersyarat setelah mendapat remisi 3 tahun 30 hari setelah sebelumnya divonis 16 tahun penjara.

"Saya sangat bahagia, inilah acara Natal saya terakhir di penjara, Natal ini sangat berkesan," kata John Kei, dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/12/2019).

"Perasaan sangat bahagia, inilah saat-saat yang saya tunggu, semakin dekat, rasanya semakin rindu dengan keluarga," lanjutnya.

Selama berada di balik jeruji sel, John Kei mengaku banyak belajar untuk memaafkan.

Ia bahkan mengaku sudah belajar memaafkan rekan tahanan yang menyerang dirinya di kamar.

"Contoh kecil, sama teman teroris yang menyerang saya di kamar dan datang saya memaafkan kamu. Dan itu menyangkut nyawa dan saya bisa memaafkan," papar John Kei.

 

Hal itu ia dapatkan setelah memperdalam keimanannya dan belajar lebih banyak tentang ajaran agama.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, setelah membaca firman Tuhan mengajarkan saya kalau masuk surga dan diampuni Tuhan, maka harus mengampuni musuh, harus bisa memaafkan," katanya.

"Kalau tidak mau, maka Bapa di surga juga tidak mengampuni. Memang berat, waktu belum baca firman, kalau saya keluar nanti pasti mati," jelas John Kei.

John Kei adalah pria kelahiran Maluku, 10 September 1969.

Ia merantau ke Surabaya pada usia 18 tahun.

John Kei diketahui merupakan pimpinan himpunan para pemuda Ambon asal Pulau Kei, Maluku yang berhimpun pascakerusuhan di Tual pada Mei 2000 silam.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved