Konflik di Perbatasan China dan India
China dan India Gelar Perundingan Putaran Kedua, Ingin Redakan Ketegangan di Perbatasan
Sedang China menuduh tentara India melanggar perjanjian militer serta memprovokasi dan menyerang pasukannya di Lembah Galwan di Ladakh.
TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW DELHI - Senin (22/6/2020) komandan militer China dan India mengadakan putaran kedua perundingan untuk meredakan ketegangan di perbatasan yang disengketakan.
Perundingan tersebut diadakan di tengah suasana publik di India yang menyerukan serangan militer dan ekonomi ke China.
Sumber Reuters di Pemerintah India mengatakan, komandan korps dari kedua belah pihak bertemu di Moldo, di sisi China dari Garis Kontrol Aktual, perbatasan de facto yang membagi wilayah Ladakh, India, dari Aksai Chin, China, di Himalaya Barat.
Perwira berpangkat lebih rendah telah menghadiri perundingan pertama pada 18 Juni lalu, setelah bentrokan brutal pada 15 Juni, ketika tentara bertempur dengan batu, tongkat logam, dan tongkat kayu.
Meski saling menyalahkan atas pertumpahan darah terburuk dalam lebih dari lima dekade tersebut, kedua pemerintah berusaha untuk menghindari eskalasi yang bisa menimbulkan risiko konflik lebih lanjut antara dua negara bersenjata nuklir itu.
Di bawah protokol yang kedua negara sepakati, militer India dan China menahan diri dari menembakkan senjata, dan terakhir kali ada bentrokan mematikan di perbatasan yang disengketakan adalah pada 1967 silam.
Tapi, Kementerian Luar Negeri India menggambarkan pertempuran yang menyebabkan 20 tentara negeri Sungai Gangga tewas dan setidaknya 76 lainnya cidera sebagai tindakan yang China rencanakan sebelumnya.
Sedang China menuduh tentara India melanggar perjanjian militer serta memprovokasi dan menyerang pasukannya di Lembah Galwan di Ladakh.
China belum mengungkapkan berapa banyak korban yang ada di pihaknya, walau seorang menteri India mengatakan, sekitar 40 tentara Tiongkok meninggal dalam bentrokan 15 Juni.
Terkejut dan marah dengan kematian prajurit mereka, publik India menyerukan Pemerintah Nasionalis Perdana Menteri Narendra Modi untuk menunjukkan India tidak bisa diganggu, mengingat China pernah mempermalukan negara mereka dalam perang pada 1962.(*)
Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Redakan ketegangan, India dan China gelar perundingan putaran kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/truk-di-kashmir.jpg)