MIN 1 Bolsel Menyambut New Normal Pendidikan Tahun Pendidikan 2020-2021

Belajar di sekolah praktisnya adalah seorang siswa yang berangkat dari rumah, dengan seragam lengkap dan tas berisikan perlengkapan tulis & buku-buku

IST
MIN 1 Bolsel Menyambut New Normal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belajar di sekolah merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sebagai upaya pemenuhan hak untuk mendapatkan pendidikan.

Belajar di sekolah praktisnya adalah seorang siswa yang berangkat dari rumah, dengan seragam lengkap dan tas berisikan perlengkapan tulis dan buku-buku.

Kemudian duduk manis di dalam kelas menerima pelajaran dari ibu atau bapak guru.

Namun saat ini semua rutinitas ini berubah bahkan berhenti, untuk waktu yang belum ditentukan.

Jelas bahwa penyebabnya adalah penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan pemaparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam webinar tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran Baru di masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa terdapat 94 persen kabupaten/kota di Indonesia tercatat sebagai wilayah waspada penyebaran covid-19.

Sementara 6 persen lainnya masih dikategorikan zona hijau.

Hal ini mengakibatkan seluruh tatanan kehidupan manusia berubah drastis, tak terkecuali di bidang pendidikan.

Sejak ditetapkannya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini sebagai bencana nasional oleh Presiden Jokowi pada (13/04).

Penetapan status bencana nasional itu tercantum dalam Keppres No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

Maka dengan itu kebijakan-kebijakan dan regulasi di berbagai bidang khususnya bidang pendidikan pun berubah.

Salah satunya adalah keputusan untuk melaksanakan pembelajaran di rumah (pembelajaran jarak jauh).

Sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara No: B-2281/Kw.23.1.1/KP.02.3/03/2020 (15/03).

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka para guru pun dituntut untuk bisa lebih aktif dan kreatif dalam menyajikan pembelajaran yang efektif kepada siswa.

Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bolmong selatan (Bolsel) Sanawiyah Gobel, kemudian dengan sigap menginstruksikan para guru agar mengambil langkah preventif untuk menerapkan metode pembelajaran secara daring dan luring.

Sejak tanggal 19 Maret 2020, siswa pada MIN 1 Bolsel telah menjalani sistem belajar di rumah.

Kebijakan ini ditetapkan sebagai perwujudan peraturan pemerintah sebagai langkah mengurangi penyebaran virus Covid 19.

Karena baru pertama kali diterapkan secara serentak, sistem belajar di rumah menjadi pengalaman baru bagi guru dan siswa, termasuk orang tua siswa.

Banyak suka duka yang dialami, mulai dari keterbatasan akses internet, alat komunikasi, serta tidak memiliki kendaraan yang dapat mendukung akses antara orang tua siswa dan guru, karena latar belakang ekonomi orang tua siswa pada umumnya adalah petani.

Bagi guru, pola yang diterapkan ini mengajarkan arti tanggung jawab dalam mempersiapkan pembelajaran yang efektif bagi siswa, serta tanggung jawab moral untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa untuk siap memulai proses belajar di rumah setiap harinya.

Namun bagi siswa, dengan belajar di rumah tentunya fungsi pengawasan dari guru kurang efektif.

Sehingga fokus mengerjakan tugas menjadi terganggu dikarenakan desakan dari luar untuk bermain jauh lebih besar.

Sejalan dengan hal ini, untuk menyambut tatanan pendidikan New Normal di tahun ajaran 2020-2021 kedepan.

Pemerintah telah mencanangkan untuk pelaksanaan proses KBM mengacu pada Kurikulum Darurat Madrasah sesuai dengan SK Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Mei 2020 .

Ini akan menjadi tantangan baru bagi seluruh stakeholder di bidang pendidikan tak terkecuali di MIN 1 Bolsel

Dengan tatanan baru ini, maka proses pembelajaran diupayakan tetap maksimal.

Untuk itu, pihak sekolah telah mengupayakan langkah awal dalam menyambut sistem pendidikan baru.

Mulai dari hal terkecil dengan meningkatkan pelayanan kebersihan di lingkungan melalui penambahan tempat cuci tangan dengan membuat wastafel baru sebanyak 9 buah.

Selain itu disiapkan sabun cuci tangan untuk masing-masing kelas sebagai upaya budaya bersih agar tetap terlaksana dengan baik.

Serta alat pengukur suhu badan untuk identifikasi suhu setiap orang yang memasuki lingkungan Madrasah.

Selain itu, upaya peningkatan kualitas guru dengan membuat skenario pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial-kultur siswa namun tetap berpedoman pada Kurikulum darurat Madrasah.

Setiap upaya tersebut diharapkan dapat menjadi antisipasi awal dalam menyambut tatanan Baru pada tahun ajaran 2021-2020.
(Tulisan : Sanawiya Gobel, Kepala Sekolah MIN 1 Bolsel). 
Penulis: Nielton Durado
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved