Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Pesawat Hawk 209 Militer Indonesia Ditebus dengan Harga Mahal,Tapi Dilarang Membawa Bom, Mengapa?

Pesawat tempur Hawk 209 tidak boleh membawa bom dan roket, meski ditebus dengan harga sangat mahal.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Pesawat tempur TNI AU Hawk 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat tempur Hawk 209 tidak boleh membawa bom dan roket, meski ditebus dengan harga sangat mahal.

Terkait hal tersebut ternyata pesawat ini memiliki spesifikasi yang sangat canggih dan memiliki kemampuan untuk membawa bom dan peluncur roket.

Tapi, oleh produsen pesawat tersebut, milter Indonesia malah dilarang untuk melakukannya.

Jokowi Ingatkan Para Pejabat Agar Tidak Korupsi: Kalau Masih Bandel, Maka Akan Digigit Dengan Keras

Anies Baswedan Sebelumnya Disanjung Media Australia, Kini Dipuji Inggris, Soal Penanganan Covid-19

Ini 13 Gangster Diseluruh Dunia yang Paling Ditakuti dan Sangat Berbahaya

Pesawat Hawk TNI AU
Pesawat Hawk TNI AU (Ade Sulaeman)

Mengapa? Berikut ini ulasannya.

Senin (15/6/2020) pagi, pesawat tempur Hawk 209 milik TNI Angkatan Udara (AU) jatuh di kawasan permukiman warga, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara ( KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menjelaskan, pesawat Hawk 209 yang jatuh berisi awak atau pilot Lettu Pnb Aprianto Ismail.

Berdasarkan kejadian awal, pesawat tempur tersebut jatuh karena kehilangan tenaga.

"Jadi pada saat final, menjelang mendarat, sekitar 2 kilometer dari ujung landasan dengan ketinggian kira-kira 200 feet, si penerbang melaporkan terjadi keanehan pada mesin pesawat," kata Fadjar saat konferensi pers di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin sore.

Pilot pesawat Lettu Pnb Aprianto Ismail awalnya sempat mendengar suara aneh pada pesawat dan diikuti dengan warning life atau hidupnya lampu peringatan apabila terjadi gangguan pada pesawat.

Tak lama setelah itu, mesin pesawat kehilangan tenaga. Namun, komunikasi pilot saat itu masih normal.

Penerbang juga sempat melaporkan bahwa ia mengalami pesawat kehilangan tenaga karena terjadi kerusakan mesin.

"Dia juga menyampaikan akan melaksanakan ejection seat atau loncat dari pesawat. Syukur alhamdulillah, penerbang selamat," ucap Fadjar.

Sedangkan pesawat jatuh dan menimpa dua unit rumah hingga terjadi kebakaran. Namun tidak ada korban jiwa.

Bidik layar video amatir jatuhnya pesawat tempur TNI AU. Pesawat diketahui sebagai BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209.
Bidik layar video amatir jatuhnya pesawat tempur TNI AU. Pesawat diketahui sebagai BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209. (Tangkapan layar di KOMPAS TV)

Seharga hampir setengah triliun rupiah

Pesawat Hawk 209 sendiri memiliki harga US$29 juta atau sekitar Rp412,4 miliar untuk setiap unitnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved