Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

China Lawan Amerika

China Geram Lihat Menlu Amerika Mike Pompeo Duduk Bareng Dua Sosok ini

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bakalan berpidato di acara Copenhagen Democracy Forum.

Editor: Aldi Ponge
SAUL LOEB
CIA Director Mike Pompeo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - China marah besar lihat  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo duduk bareng dua musuh China.

Diketahui, Hubungan Amerika Serikat dan China akan semakin meregang soal campur tangan negeri Paman Sam terhadap persoalan di Hong Kong.

Apalagi mengetahui adanya acara Copenhagen Democracy Forum.

Mengutip South China Morning Post, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bakalan berpidato di acara Copenhagen Democracy Forum.

Dalam acara ini juga akan dihadiri musuh pemerintah Hong Kong yakni aktivis Hong Kong Joshua Wong Chi-fung.

PresidenTaiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato pelantikannya, Jumat (201/5/2016) di Taipe, ibu kota Taiwan.
PresidenTaiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato pelantikannya, Jumat (201/5/2016) di Taipe, ibu kota Taiwan. (AP/Chiang Ying-ying)

Dua orang ini saja sudah membuat China bakalan berang, apalagi ditambah kehadiran Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Taiwan berulang kali menunjukkan ketidasukaannya terhadap China.

China telah berulang kali menuduh AS mencampuri urusan Taiwan dan Hong Kong, dengan Tsai dan Wong sebagai aktor dalama drama selama ini.

Pompeo juga pada bagiannya di acara tersebut, akan berbicara tentang "Cina dan tantangan untuk masyarakat bebas".

Media pemerintah Cina telah meluncurkan serangkaian serangan terhadap Pompeo setelah dia mulai menyalahkan China atas pandemi Covid-19.

Lembaga penyiaran negara China, CCTV, menyebutnya sebagai "musuh bersama umat manusia" setelah ia menuduh Partai Komunis Tiongkok menyalahgunakan wabah itu saat wawancara dengan Fox News.

Hong Kong sebut AS dan Taiwan kipasi api protes di wilayahnya

Sebelumnya, Menteri Keamanan Hong Kong John Lee Ka-chiu mengatakan, campur tangan Amerika Serikat (AS) dan Taiwan telah mengipasi api protes di Hong Kong dan memainkan peran dalam evolusi gerakan anti-pemerintah di bekas koloni Inggris ini.

Pada November tahun lalu, AS mengeluarkan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, membuka jalan bagi sanksi ekonomi yang Presiden Donald Trump katakan bulan lalu akan negeri uak Sam luncurkan secara bertahap.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Selasa (9/6), Lee menyebutkan, undang-undang tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan "gangguan total" dalam urusan internal Hong Kong.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved