Update Virus Corona Bolsel
Kisah Guru di Bolsel Dampingi Siswa Ujian di Rumah, Rawanto Naik Turun Bukit Antar Soal
Rawanto Paputungan harus berjibaku dengan beberapa bukit di Desa Iligon demi mencapai rumah muridnya
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Rawanto Paputungan harus berjibaku dengan beberapa bukit di Desa Iligon demi mencapai rumah muridnya.
Guru di SDN Iligon ini mengaku jika tahun ini menjadi ujian semester paling menantang, selama pengalamannya menjadi seorang guru.
Ketika dihubungi Tribun Manado, Rabu (10/6/2020), pria 32 tahun itu mengaku bahagia meskipun harus naik turun bukit.
Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab seorang guru untuk mencerdaskan muridnya.
"Ini ujian yang paling berkesan dan menantang," aku dia.
• PLN Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik pada Rekening Bulan Juni
Meski begitu, keringatnya terbayarkan ketika mendapat senyuman dari para siswa sewaktu sampai di rumahnya.
"Sangat senang ketika lihat mereka di rumah, seperti anak sendiri," aku dia.
Selain itu, dengan ujian di rumah, Rawanto juga bis mengetahui keluh kesah dari orang tua murid.
"Sering sharing dengan mereka dan cari tahu apa saja kendala belajar dari rumah selama ini," ungkapnya.
Rawanto menuturkan selama proses belajar dari rumah, memang banyak keluhan dari orang tua yang berada di desa perbatasan Bolsel.
• Ini Peta Kekuatan Pilkada Bitung Menurut Pengamat Politik
Pasalnya selain tak terjamah jaringan telepon dan internet, anak-anak juga sering kali lebih memilih ke kebun bersama orang tua.
"Memang banyak yang lebih memilih ke kebun, daripada belajar. Ini menjadi keluhan umum yang kami dapati," aku dirinya.
Ujian dari rumah bukan hanya berlaku di tingkatan SD.
SMK Cokroaminoto Salongo pun melakukan ujian di rumah.
Rigusniawan Samsu salah satu guru SMK Cokroaminoto, mengatakan para siswanya tetap semangat meskipun ujian dari rumah.
• Kapolresta Manado Gagalkan Pengambilan Secara Paksa Jenazah PDP Covid-19 di RSPK Manado