Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2020

Ini Peta Kekuatan Pilkada Bitung Menurut Pengamat Politik

Kontestasi Politik di Kota Bitung semakin menarik disimak, menyusul mulai digadang-gadang sejumlah bakal pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali kota

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Maurits Mantiri-Hengky Honandar, Cindy Wurangian, MDT dan Max Lomban 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kontestasi Politik di Kota Bitung semakin menarik di simak.

Menyusul mulai digadang-gadang sejumlah bakal pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali kota Bitung.

Adalah petahan Max J Lomban ketua DPW Partai Nasdem Sulut, digadang berpasangan dengan Cindy Wurangian dari partai Golkar.

Tak hanya itu Lomban yang juga Wali kota Bitung belakang disebut-sebut bakal disandingkan dengan Martin Daniel Tumbelaka calon dari PKP Indonesia.

Foto tiga sosok ini, mulai ramai di media sosial facebook dan di perbincangkan Netizen.

Sebelumnya pasangan calon Wali kota Ir Maurits Mantiri dan calon Wakil Wali kota Hengky Honandar dari PDI Perjuangan, sudah duluan berpasangan menghadapi Pilkada 2020.

Nah, melihat para kandidat yang bermunculan menarik di simak peta kekuatan para bakal pasangan calon.

Menurut Ferry Liando pengamat politik dan pemerintahan Sulut, untuk peta kekuatan belum bisa dibaca sekarang.

Ferry Daud Liando Pengamat Politik
Ferry Daud Liando Pengamat Politik (dewangga ardiananta/tribun manado)

Sebab hingga kini calon resmi belum ada.

Calon baru resmi jika sudah ada penetapan pasangan calon oleh KPUD Bitung.

Jika sudah jelas diketahui pasnagn calon maka akan mudah dipetakan kekuatan masing-masing pasangan.

Sangat mudah mengkalkulasi atau mendeskripsikan kekuatan pasanangan calon, apabila:

1. Sudah diketahui siapa berpasangan dengan siapa.
2. Siapa pasangan melawan pasangan siapa
3. Dan berapa pasangan calon yang berkompetisi.

RINCIAN 18 Kasus Positif Covid-19 di Sulut Rabu 10 Juni, Lagi Ada Koreksi, Manado Tetap Terbanyak

Siapa berpasangan dengan siapa sangat mempengaruhi kekuatan elektoral.

Misalnya calon A yang berasal dari etnik Y berpasangan dengan calon yang berasal dsri etnik Z.

Penggabungan dua etnik atau penggabungan dua agama berbeda atau dua dapil berbeda.

Kemudian siapa melawan siapa juga penting untuk diketahui.

Bawaslu Terapkan Pengawasan Pilkada Dengan Protokol Covid-19, Ajukan Anggaran Rp 4 Miliar

Jika lawannya populer tentu jadi ancaman.

Jika baru tampil maka dengan mudah untuk dikalahkan.

Kemdian jumlah pasangan juga bisa akan menentukan.

Jika pasangan calon lebih dari tiga pasang maka akan menguntungkan incumbet.

Namun jika ternyata terjadi head to head maka akan posisi incumbent akan terancam.

Jadi analisis yang paling objektif terkait peta kekuatan akan terjawab ketika telah ada pasangan calon yg telah ditegakan oleh KPUD.(crz)

Kapolresta Manado Gagalkan Pengambilan Secara Paksa Jenazah PDP Covid-19 di RSPK Manado

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved