Update Virus Corona Bitung
Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Dua Faskes Ini Ditutup
Dua fasilitas kesehatan yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Manemnbo-Nembo Tipe C di Bitung dan public service center (PSC) ditutup
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 terhadap dua pasien asal Kota Bitung, yang tercatat sebagai tenaga kesehatan Sabtu pekan lalu.
Dua fasilitas kesehatan (faskes) yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Manemnbo-Nembo Tipe C di Bitung dan public service center (PSC) 119 yang bernaung di Dinas Kesehatan Kota Bitung, ditutup dalam pelayanan ke masyarakat.
Penutupan tersebut berlangsung sejak akhir pekan lalu, menyusul terkonfirmasi positif covid-19 Kasus 436 perempuan 61 tahun, seorang tenaga kesehatan (dokter) di sebuah rumah sakit di Kota Bitung dan Kasus 437 perempuan 26 tahun juga tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan di Kota Bitung.
Menurut dr Pitter Lumingkewas Direktur RS Manembo-Nembo, IGD ditutup karena diumumkan pertambahan kasus positif di Bitung, itu adalah nakes (tenaga kesehatan) di RSUD Bitung, satu di antaranya tugas di IGD.
• Pemkab Minahasa Perketat Pengamanan di Sembilan Titik Pintu Masuk Wilayah
"Kami terus melakukan penelusuran semua petugas yang kontak erat dan yang tahu kontak erat langsung ditindaklanjuti dengan mereka diisolasi, dan antre melakukan Rapid Test dan Swab," kata Pitter, Selasa (9/6/2020).
Lanjutnya, terkait ditutupnya IGD pihaknya sudah laporkan ke Dinkes Provinsi, pertimbangn ini diambil karena untuk perawat IGD bisa langsung dilakukan roling petugas IGD, tapi yang problem atau masalah ada pada dokter IGD.
Disentil terkait hingga kapan penutupan IGD pihaknya masih menunggu keputusan dengan Dinkes provinsi, karena ada usulkan prekrutan tenaga dokter, relawan dan agar hasil swab dokter RS bisa diprioritaskan untuk percepat.
• Mba Sri Topang Ekonomi Keluarga dari Hasil Jualan Jamu
"Penutupan ini karena murni pertimbangan medis yang justru untuk cegah dampak pada 1-2 minggu ke depan sambil menunggu hasil Swab yang dilakukan tenaga medis dan tidak membahayakan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu untuk PSC 119 yang ditutup pelayanannya sejak 7 Juni 2020, menurut dr Jeannet Watuna Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, pihaknya akan melihat lagi sepekan kedepan dari hasil rapid test.
Karena mereka akan dirapid lagi hari Sabtu (13/6/2020), setelah sebelumnya sudah dilakukan rapid pertama pada hari Jumat kemarin.
"Kalau hasilnya non-reaktif semua berarti aman, akan aktifkan atau jalan kembali aktivitas PSC 119," tambahnya.(crz)
• Studi WHO: Kenakan Masker dan Jaga Jarak Turunkan Risiko Penularan Penyakit hingga 85 Persen