GAMKI
Ketua GAMKI Minsel Kirimkan Surat Terbuka Untuk Gubernur Sulut, Ini Isinya
Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Cabang Minahasa Selatan (Minsel) Alfons Sumual mengirimkan surat terbuka untuk Gubernur
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Cabang Minahasa Selatan (Minsel) Alfons Sumual mengirimkan surat terbuka untuk Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey terkait harga kopra.
Dalam surat terbuka ini Alfons Sumual mempertanyakan laporan data dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Refly Ngantung yang menjelaskan bahwa harga beli di Tingkat petani yakni 70 ribu per kilogram (kg).
Menurut dia saat ini harga cengkih di tingkat petani ada di kisaran Rp 50 ribuan/kg.
• Gubernur Ambil Langkah Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Siapkan RS Daerah dan Swasta
Berikut isi surat terbuka tersebut:
Surat Terbuka untuk Gubernur Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey
Bapak Gubernur Sulut yang saya hormati. Membaca dan menanggapi berita Harian Tribun Manado Tertanggal 7 Juni 2020 dengan Headline Halaman depan "STIMULUS CENGKIH-KOPRA 153 M" kami petani cengkih merasa berterima kasih kepada Bapak Gubernur terhadap perhatian petani Cengkih dan Kelapa di Sulut. Dan melaporkan secara teleconverence kepada Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartato.
Tapi kami sangat menyayangkan laporan data dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Refly Ngantung yang menjelaskan bahwa harga beli di Tingkat petani yakni 70 ribu/kg. Perlu saya tekankan bahwa saat ini harga Cengkih di tingkat petani ada dikisaran Rp. 50 ribuan/kg. Sedangkan informasi yang saya dapat pembelian di penampung di Manado ada di kisaran Rp. 60 ribuan.
Jika harga di Manado Rp. 60 ribuan/kg maka sangat cocok jika kondisi saat ini pembelian di tingkat petani di desa Rp. 50 ribuan/kg.
Olehnya saat ini saya meminta kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey untuk melihat kondisi keterpurukan petani cengkih bahkan kopra di desa-desa. Saya berharap Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara tidak asal bunyi dan memberikan data real di lapangan kepada Bapak Gubernur. Masukan untuk Bapak Gubernur kiranya suatu saat nanti bisa berdiskusi dengan para Petani Cengkih sehingga bisa tahu persis kondisi yang ada.
Jika harga per kg/ Rp. 70 ribu itupun menurut kami belum memberikan kesejahteraan lebih kepada petani. Asumsinya secara sederhana saya gambarkan sebagai berikut.
Biaya pengeluaran Petani:
1. Harga Per 1 liter Rp. 5.000.
Rp. 5.000 x 6 (1kg cengkih kering = 6 liter mentah) = 30.000
2. Rokok /orang 1 bks= 12.000
3. Makan/minum per orang= Rp. 15.000 (3x sehari)
4. Biaya Jemur