Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilu! Curhat Istri Korban Kecelakaan Helikopter, Sudah Ada Firasat: Terbang Setinggi Mungkin Sayang

Melalui akun Twitter-nya, Yuanita mengunggah video prosesi pemakaman almarhum suaminya sambil menuliskan kata-kata perpisahan

Editor: Finneke Wolajan
Instagram @yuanitarahmawati
Ungkapan duka mendalam istri korban meninggal kecelakaan helikopter di Kendal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Istri dari salah seorang korban meninggal kecelakaan helikopter di Kendal curhat duka mendalamnya di media sosial.

Helikopter MI-17 milik Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) Ahmad Yani Semarang jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/6/2020) sore.

Empat prajurit meninggal dan lima lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

Seorang istri dari salah satu korban meninggal membagikan curahan dukanya di media sosial.

Dari penelusuran TribunStyle.com, ia merupakan istri dari almarhum Lettu CPN Wisnu, Yuanita Rahmawati.

Berikut ini curhat pilu Yuanita yang harus kuat ditinggal pergi oleh sang suami untuk selama-lamanya.

Foto Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati.
Foto Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati. (Instagram @yuanitarahmawati)

Melalui akun Twitter-nya, Yuanita mengunggah video prosesi pemakaman almarhum suaminya sambil menuliskan kata-kata perpisahan.

"Terbang yang tinggi ya, Sayang..... lihat aku dan firzana setiap hari yah.. jagain kita dari jauh yah.. Terimakasih untuk semuanya..," tulisnya dengan akun @yuanithaaa, Minggu (7/6/2020).

Diketahui bahwa almarhum Lettu CPN Wisnu meninggalkan istri yang berprofesi sebagai dokter dan putri yang masih berusia sekitar empat bulan.

Seperti Sebuah Firasat

Sebelum ia mengetahui suaminya menjadi korban meninggal, Yuanita sempat menulis cuitan tentang kekhawatirannya setelah mengetahui kabar heli jatuh di Kendal.

"Ada heli jatoh di kendal.. aku cm berdoa pilotnya bukan suamiku," ungkapnya, Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 15.25 WIB.

Cuitannya itu seolah-olah menjadi firasat atas kepergian sang suami untuk selama-lamanya.

Berselang satu hari sejak meninggalnya sang suami, Yuanita kembali menuliskan curahan duka mendalamnya.

Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati.
Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati. (Instagram @yuanitarahmawati)

Ia mencoba untuk ikhlas dan berusaha kuat menerima kenyataan bahwa suaminya telah meninggal dunia.

"Sungguh pilihanku cuma kuat ngga ada yang lain," tulis Yuanita, Minggu (7/6/2020).

Curhatan pilunya itu membuat teman-temannya memberikan ungkapan bela sungkawa serta dukungan kepadanya.

"Turut berdukacita ya Dok, semoga suami mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga Dok yuyun dan dek zaza dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan. Amiiin," tulis @selvyamalia, rekan sesama dokter.

"Yuuuun, yang kuat, yuyun kuat! Kita sayang yuyun ! Pelukkkkk!" ungkap warganet lain, @j_k_dias_p.

Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati.
Lettu CPN Wisnu bersama istrinya, Yuanita Rahmawati. (Instagram @yuanitarahmawati)

Terbang Tinggi Suamiku Sayang

Melalui Instagram, Yuanita mengunggah sebuah gambar yang hanya berupa layar hitam sambil menuliskan ungkapan dukanya.

"Tidak ada yang tahu rencana Tuhan, tetapi saya percaya rencana Tuhan selalu yang terbaik," tulisnya di Instagram, Senin (8/6/2020).

Yuanita juga mengungkapkan rasa terimakasih terhadap semua dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, terutama anak semata wayangnya, Firzana.

Dirinya menyadari bahwa takdir ini mungkin adalah yang terbaik.

"Suamiku sayang, sampai ketemu lagi. Terbang tinggi, lebih tinggi, setinggi yang kamu bisa," ungkap Yuanita.

5 Fakta Seputar Kecelakaan Helikopter MI-17 Jatuh di Kendal

Dihimpun dari TribunStyle.com dari berbagai sumber, berikut 5 fakta seputar kecelakaan helikopter di Kendal pada Sabtu (6/6/2020).

Helikopter MI-17 jatuh di Kendal, Sabtu (6/6/2020).
Helikopter MI-17 jatuh di Kendal, Sabtu (6/6/2020). (TribunJateng/Istimewa)

1. Jumlah Korban Meninggal Dunia

Seperti telah disebutkan, kecelakaan ini menyebabkan 4 orang meninggal dan 5 lainnya luka-luka.

Adapun empat perwira TNI AD yang meninggal yaitu:

1. Kapten Cpn Kadek

2. Kapten Cpn Fredi

3. Kapten Cpn Y Hendro

4. Lettu Cpn Wisnu

Sementara lima personel lainnya yang terluka yakni:

1. Lettu Cpn Vira Yudha

2. Praka Nanang

3. Praka Rofiq

4. Praka Supriyanto

5. Praka Andi

2. Misi Latihan Terbang

Dikutip dari Tribunnews.com, Helikopter MI-17 ini tengah melakukan misi latihan terbang.

Misi ini dilakukan oleh Pusat Pendidikan Penerbang Angkatan Darat, Semarang, Jawa Tengah.

Latihan tersebut merupakan bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.

Diketahui, helikopter yang sedang digunakan untuk latihan akan melakukan beberapa misi.

Sebuah Helikopter Mi-17 milik Penerbad jatuh di lahan proyek Kawasan Industri Kendal (KiK), Sabtu (6/6/2020).
Sebuah Helikopter Mi-17 milik Penerbad jatuh di lahan proyek Kawasan Industri Kendal (KiK), Sabtu (6/6/2020). (TribunJateng/Istimewa)

3. Kesaksian Warga

Dikutip dari TribunJateng.com, saksi mata mengungkapkan helikopter milik Penerbad itu sempat mendarat kemudian terhempas.

"Seperti mau mendarat tapi tiba-tiba langsung terhempas ke bawah," kata Abdul Kadir, saksi mata kecelakaan tersebut.

Ia mengatakan, saat itu helipkoter dari arah barat yang baru saja mendarat kemudian terbang lagi.

Sesampainya di lokasi kejadian, helikopter terbang rendah tapi tiba-tiba jatuh ke bawah.

"Langsung jatuh ke bawah dan terpental dua kali," imbuhnya.

Kadir pun segera mendekat ke lokasi kejadian dan melihat sejumlah penumpang terpental keluar dan bertetiak minta tolong.

Ia kemudian berusaha menyelamatkan korban dengan peralatan yang ada, sedangkan api terus membesar membakar helikopter.

Sesaat setelah itu, ia mengatakan bahwa terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali.

4. Pernah Jatuh di Papua

Dilansir dari WartaKota, helikopter jenis MI-17 ini pula yang jatuh di pegunungan Papua beberapa waktu silam.

Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak sejak 18 Juni 2019 akhirnya ditemukan pada Februari 2020.

Heli MI-17 Penerbad No Reg HA 5138 ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Keberadaan bangkai heli tersebut diketahui setelah adanya unggahan sebuah foto yang dilakukan netizen viral di internet, pada Selasa (4/2/2020).

Mendapat petunjuk tersebut, Kodam XVII/ Cenderawasih langsung menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran.

Setelah dilakukan pencarian di lokasi sesuai petunjuk dalam foto tersebut, helikopter MI-17 akhirnya ditemukan oleh petugas dengan kondisi sudah hancur.

Komandan Puspenerbad TNI AD, Mayjend TNI Teguh Pudjo Rumekso, seusai melepas jenazah Kapten CPN Freedy Febrianto Nugroho, di TPU Sasonoloyo Colombo, Kecamatan Condongcatur, Kabupaten Sleman, Minggu (7/6/2020).
Komandan Puspenerbad TNI AD, Mayjend TNI Teguh Pudjo Rumekso, seusai melepas jenazah Kapten CPN Freedy Febrianto Nugroho, di TPU Sasonoloyo Colombo, Kecamatan Condongcatur, Kabupaten Sleman, Minggu (7/6/2020). (Tribun Jogja/Miftahul Huda)

5. Investigasi Melalui Black Box Datangkan Teknisi dari Rusia

Dilansir dari TribunJogja, Komandan Puspenerbad, Mayjend TNI Teguh Pudjo Rumekso, mengatakan penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal masih butuh waktu beberapa hari ke depan.

Ia menyampaikan bahwa kotak hitam atau black box dari helikopter nahas itu sudah diamankan.

"Dari Kadispenad masih belum merilis perkembangan terbaru. Karena kejadian baru kemarin sore. Namun FDR dan CVR dari heli tersebut sudah kami temukan," katanya seusai melepas jenazah Kapten CPN Freedy Febrianto Nugroho, di TPU Sasonoloyo Colombo, Sleman, Minggu (7/6/2020).

Ia menambahkan, FDR dan CVR tersebut akan dianalisa oleh teknisi yang berasal dari Rusia.

Hal itu dilakukan lantaran keterbatasan alat yang dimiliki oleh TNI AD.

"Di sini kan belum ada alatnya. Black box akan dikirim ke rusia untuk investigasi selanjutnya. Kita juga datangkan teknisi Rusia untuk memeriksa," tegas dia.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Curhat Pilu Istri Korban Meninggal Kecelakaan Helikopter, 'Terbang Tinggi Setinggi Mungkin, Sayang'

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved