Tips Hadapi Virus Corona

Beberapa Mitos Pemakaian Masker untuk Cegah Covid-19 yang Harus Dihindari

Di tengah berbagai upaya menekan penyebaran virus corona tersebut, sayangnya di masyarakat beredar mitos atau salah kaprah terkait masker.

Freepik.com
Ilustrasi masker kain. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Selama pandemi virus corona (Covid-19) masih berlangsung, semua orang yang beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker.

Hal ini tentu untuk menekan penyebaran virus corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, masker bedah atau masker medis lebih diutamakan untuk tenaga medis, orang sakit, atau perawat orang sakit.

Sementara bagi orang sehat, Anda dianjurkan mengenakan masker kain tiga lapis untuk melindungi diri dari virus corona atau biang penyakit saluran pernapasan lainnya.

Selain mengenakan masker dan rajin menjaga kebersihan tangan, setiap orang juga wajib menjaga jarak aman minimal satu meter dari orang lain demi mencegah penularan Covid-19.

Di tengah berbagai upaya menekan penyebaran virus corona tersebut, sayangnya di masyarakat beredar mitos atau salah kaprah terkait masker.

Melansir Cleveland Clinic, berikut beberapa mitos seputar pakai masker untuk mencegah virus corona yang perlu diluruskan:

1. Mitos masker kain tak efektif cegah virus corona
Pakai masker kain adalah salah satu cara termudah untuk melindungi diri sendiri dari orang sekitar agar tidak tertular virus corona.

Terutama dari penderita Covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Virus corona jenis baru dapat menular lewat cipratan dari saluran pernapasan (droplet) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Halaman
1234
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved