Update Virus Corona Bolsel
UPDATE: Ayah Bayi Pasien 01 Bolsel Mengaku Sudah Tahu Ada Kelainan Pada Anaknya Sebelum Meninggal
Sayangnya bayi tersebut meninggal dunia, pada Kamis (4/6/2020) di RSUP Kandou Manado.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pasien 01 positif Covid-19 asal Bolsel telah melahirkan.
Sayangnya bayi tersebut meninggal dunia, pada Kamis (4/6/2020) di RSUP Kandou Manado.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dr. Sadly Mokodongan saat dihubungi via WhatsApp mengatakan bayi pasien positif covid-19 01 Bolsel meninggal karena kelainan bawaan, sehingga mengalami sesak nafas.

“Saya ikut berdukacita atas meninggalnya bayi tersebut semoga keluarga diberikan ketabahan,” kata Sadly, Jumat (5/6/2020).
Sementara, suami dari Pasien 01 berinisial RK, mengungkapkan kelainan pada anaknya telah terungkap saat melakukan USG ke dokter beberapa waktu yang lalu.
“Sebelum istri saya ditetapkan pasien Covid-19, kami sempat melakukan USG. Dokter memberitahukan jika ada kelainan pada anak kami, dimana batok kepalanya tidak ada atau kosong,” ungkapnya.
RK mengaku hal itu dibuktikan saat sang istri melakukan operasi caesar.
Dimana petugas medis yang menanganinya mengatakan kalau anaknya kemungkinan besar tidak akan bertahan lama.
“Insyaallah kami keluarga bisa melewati ujian ini dengan sabar dan tawakal,” pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, dari pasien 01 Bolsel yang merupakan warga Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) dikabarkan meninggal dunia, Kamis (4/6/2020).
Kabar ini dibenarkan oleh seorang warga asal Kecamatan Pinteng ketika dihubungi Tribun Manado.
Menurutnya, bayi dari pasien 01 Bolsel ini meninggal pada saat berada di RSUP Kandou Manado.
"Meninggalnya tadi malam di Manado usai melahirkan," ujar sumber yang tak ingin namanya disebutkan tersebut.
Meski begitu, ia tak tahu apa penyebab kematian sang bayi.
"Penyebabnya kami belum tahu, tapi informasinya bayi itu sudah dalam perjalanan kesini untuk dimakamkan," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pinolosian Iptu Budi Priyanto mengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan pengamanan proses pemakaman.
"Informasinya benar dan sudah kami terima. Sekarang kami lagi mempersiapkan pengamanan pemakaman," aku dia.
Perwira dua melati ini mengatakan jika informasi yang diterima bahwa sebelum meninggal bayi 01 Bolsel ini, sempat mengalami gangguan pernapasan.
"Informasinya ada gangguan pernapasan. Tapi untuk detailnya silahkan ke Kadis Kesehatan," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Bolsel, dr. Sadly Mokodongan belum merespon terkait kabar tersebut.
Ketika dihubungi Tribun Manado via telepon maupun aplikasi WhtasApp sama sekali belum direspon.
Sebelumnya diketahui, pasien 01 Bolsel merupakan seorang ibu hamil 8 bulan yang hendak melahirkan.
Pasien 01 Bolsel ini merupakan kontak erat dengan pasien 63 asal Bolmong, yang juga adalah seorang dokter spesialis kandungan.
Setelah dipastikan positif Virus Corona melalui Swab Test, ibu hamil tersebut lalu diisolasi di RSUD Bolsel selama 9 hari.
Lalu pasien 01 Bolsel ini dirujuk ke Manado untuk dilakukan operasi saat melahirkan.
Sebelum dirujuk, Direktur Utama RSUD Bolsel, dr. Sry Pakaya mengatakan jika kondisi pasien dan bayinya dalam keadaan sehat.
Menurut Sry, pihaknya terpaksa merujuk pasien 01 Bolsel tersebut dikarenakan belum memiliki perlengkapan operasi khusus melahirkan ibu hamil.
Sry pun membeberkan jika pasien 01 Bolsel ini punya riwayat operasi sesar tahun lalu saat melahirkan.
"Kalau operasi sesar di Bolsel alat-alatnya belum ada, jadi terpaksa kami rujuk," aku dia.
Meskipun demikian, Sry menegaskan jika baik tekanan darah dan situasi pasien sangatlah baik.
"Tekanan darahnya bagus dan tak ada gejala sama sekali," tandasnya. (Nie)
• Sadis! Ayah Tiri Bunuh Balita Dengan Cara Ditenggelamkan di Bak Kamar Mandi, Pelaku Ditembak Polisi
• Prancis Ubah Ratusan Juta Liter Wine Menjadi Hand Sanitiser, Karena Enggak Laku
• Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Gubernur Jatim Khofifah: Alhamdulillah, alhamdulillah