Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olly Gandeng Unsrat Deteksi Corona: Tambah Lab PCR Tes Covid-19

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjajaki rencana untuk menambah satu lagi laboratorium polymerase chain reaction

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Istimewa
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjajaki rencana untuk menambah satu lagi laboratorium polymerase chain reaction (PCR) untuk memeriksa sampel Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Gubernur pun berniat menggandeng Universitas Sam Ratulangi.

Sulut Juara Penularan Virus Corona: ODSK Kerahkan Kekuatan ke Manado

Sejauh ini ada dua lab yamg beroperasi di Sulut untuk pemerimaaan sampel Covid 19,yakni Lab Kemenkes di Mapanget dan Lab RSUP Kandou Malalayang. Menurut Olly, dengan semakin banyak laboratorium PCR akan semakin mempercepat upaya deteksi kepada masyarakat yang terdampak. “Kita mendeteksi para masyarakat yang terdampak sehingga kita bisa langsung isolasi," ujarnya.

Unsrat bisa punya peran untuk mewujudkan lab PCR ini. Gubernur berjanji Pemprov akan mendukung Unsrat. “Provinsi men-support semua kegiatan ini, tentunya kami sangat mengharapkan sosialisasi yang ada di Unsrat agar supaya tidak timbul hal-hal yang tidak kita inginkan karena situasi kondisi sekarang kan gampang orang bikin suasana yang nyanda nyaman," ujarnya.

Rektor Unsrat, Ellen Kumaat
Rektor Unsrat, Ellen Kumaat (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

Perlu sosialisasi juga kepada mahasiswa yang juga untuk berperan di dalam penanganan Covid-19 ini. Olly membeber, lab Kemenkes di Mapanget rupanya melayani tes wilayah timur mencakip Maluku Utara dan sekitarnya, alhasil menumpuk hasil PCR. "Padahal sehari harusnya bisa menyelesaikan sekitar 80-90 sampel,” kata Olly.

Begitu juga di RSUP Kandou masih sangat terbatas karena belum maksimal. "Saya telepon Ibu Rektor (Ellen Kumaat) ternyata di Unsrat ini bisa, kita tinggal dorong sedikit bisa kita manfaatkan," kata mantan Anggota DPR RI.

Ketambahan 15 Kasus Positif: 56 Orang Sulut Sembuh dari Covid

Ia berterima kasih karena dukungan Unsrat. "Saya bicara sama jajaran yang ada di Pemprov coba kita dorong dan kita bantu agar supaya laboratorium PCR di Sulut ini bisa bertambah sehingga kita bisa mempercepat mendeteksi dan kita bisa mengisolasi gejala-gejala para masyarakat yang ada," kata Gubernur.

Siapkan RS Khusus Covid

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menyiapkan rumah sakit khusus menangani pasien Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Bukan membangun rumah sakit yang baru, melainkan memaksimalkan rumah sakit yang sudah ada.

Gubernur mengungkapkan, rencana ini sebagai bagian dalam persiapan Sulut jika sudah bisa menerapkan kebijakan new normal. "Jadi kita siapkan RS khusus Covid, kita siapkan penanganan Covid," kata dia kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Ada 4 RS yang diproyeksikan jadi RS khusus Covid 19, tak hanya RS pemerintah tapi juga ada RS swasta. RS dimaksud yakni RS Noongan, RSUD Bitung, RS Siloam Paal 2 dan RS dr Oie. "Kita bisa tampung 400 tempat tidur," katanya.

Gubernur mengatakan, jika ingin menuju new normal sarana prasarana harus siap. Selain itu, persiapan lainnya terkait pembukaan rumah ibadah. Gugus Tugas akan mengawali dengan melakukan rapid test bagi para pemimpin rumah ibadah yang ada di Sulut.

Begitu pun untuk pembukaan sekolah, sementara ini masih dikaji oleh pemerintah. "Jadi kita persiapan dulu, kalau sudah bisa new normal baru diterapkan," ungkapnya.

Pemakaman PDP Meninggal Dunia di TPU Pinokalan Bitung menggunakan protokol Covid-19 , Selasa (226/5/2020).
Pemakaman PDP Meninggal Dunia di TPU Pinokalan Bitung menggunakan protokol Covid-19 , Selasa (226/5/2020). (Istimewa)

Manado Tertinggi PDP di Sulut

Sulawesi Utara saat ini tengah merawat sekira 187 pasien dalam pengawasan (PDP), yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Coronavirus disease 2019 (Covid-19), dr Steaven Dandel, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan, jika dijabarkan, Kota Manado menduduki peringkat teratas yang saat ini menangani PDP dengan total 87 orang yang sementara dirawat. "Kemudian disusul Bitung dan Minahasa Utara, yang sama-sama menangani 20 PDP serta Minahasa dan Tomohon dengan 17 PDP. Saat ini ada beberapa daerah di Sulut juga, yang sudah tidak merawat PDP, seperti di Mitra, Boltim, Bolsel dan Sitaro," jelasnya.

Ancaman Trump Tak Bikin Takut Perusuh: Bakal Terjunkan Militer Bersenjata

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved