Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Sulut

Ini Tanggapan Pengamat Sosial Jika Sekolah dan Tempat Ibadah Dibuka

Pengamat Sosial dan Dosen dari Universitas Negeri Manado Dr Meike Imbar memberikan tanggapan mengenai jika sekolah dan tempat ibadah dibuka kembali

Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Dr Meike Imbar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengamat Sosial dan Dosen dari Universitas Negeri Manado (Unima), Dr Meike Imbar memberikan tanggapan mengenai jika sekolah dan tempat ibadah dibuka kembali.

"Kerumunan orang ditengarai sebagai wadah efektif untuk Virus Covid-19 menyebar dan menulari manusia. Dan tempat-tempat ibadah merupakan pusat berkumpulnya umat beragama dalam menunaikan ibadah agamanya," ucapnya saat dihubungi Tribun Manado, Rabu (3/6/2020).

Ia menambahkan, penularan virus Covid-19 yang cepat dan masif dengan konsekuensi terburuk adalah kematian. "Mengharuskan kita untuk berpikir panjang dan bertindak arif dalam menyikapi kondisi ini," ucapnya.

"Tidak terkecuali Pemerintah dan Pemuka Agama, pengurus tempat- tempat ibadah agar tidak tergesa-gesa mempersiapkan kondisi 'New Normal' dengan membuka sekalipun secara  terbatas pintu-pintu tempat ibadah," ujar dia.

Gubernur Olly Tinjau RS Awaloei Operasi Pekan Depan, Siapkan 50 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Dr Meike Imbar mengebut, karena yang namanya manusia - siapapun dia - akan berinteraksi dengan sesama teman di tempat beribadah.

"Tidak ada yang dapat menjamin bahwa interaksi ini berjalan aman dan nyaman serta bebas penularan," ungkapnya.

Apalagi lanjut dia, kasus-kasus tertentu pada orang yang tertular virus Corona tidak terlihat gejala yang umum.

"Di sisi lain ruangan tempat ibadah seperti gereja yang banyak terdapat di daerah kita umumnya menggunakan Air Conditioner ( AC ) yang dapat menjadi tempat empuk bagi virus Corona," bebernya.

Dikbud Boltim Usulkan Opsi Menerapkan Physical Distancing Apabila Sekolah Dibuka Kembali

Selain itu, Pengamat Sosial itu mengatakan bahwa sekolah juga tidak berbeda dengan tempat beribadah.

"Bagaimana mengawal dan mengawasi secara ketat Protokol Pencegahan Covid-19 seperti 'Physical Distancing' kepada para murid khususnya usia TK dan SD?," ucap Dr Meike.

Ia mengimbau, dengan memahami cara kerja penularan Virus Covid-19 dan dampaknya; seyogyanyalah pemerintah tidak sekedar menghimbau untuk menunda pembukaan tempat ibadah dan sekolah; tetapi harus membuat keputusan yang tegas terkait hal ini. 

"Jangan sampai masyarakat menjadi bingung karena sikap ambigu pemerintah daerah," lanjut dia.

"Memang setiap keputusan yang diambil ada plus minusnya. Sisi positif dengan belum diizinkannya pembukaan Tempat Ibadah dan Sekolah, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penularan yang berujung pada kesehatan dan keselamatan warga dari dampak Covid-19," jelasnya lagi.

Kelamaan di Rumah Anak SMA Bisa Nikah Muda Orang Tua Setuju Dengan Catatan

Dr Meike Imbar juga menyampaikan, mencegah berkembangnya klaster-klaster baru di masyarakat yang tertular virus.

"Sisi negatifnya yaitu pemimpin agama harus merekonstruksi liturgi ibadahnya, mengalokasikan dana pembelian perangkat untuk menyiarkan ibadah baik secara live streaming maupun dengan pengeras suara (toa)," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved