Update Virus Corona Sulut
'Kelamaan di Rumah Anak SMA Bisa Nikah Muda' Orang Tua Setuju Dengan Catatan
Afif warga Tambolango mengatakan, ia setuju jika sekolah jangan dulu dibuka dalam waktu dekat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - "Boleh ditunda tapi jangan terlalu lama. Nanti anak anak bisa cepat kawin."
Hal itu dikatakan sejumlah orang tua di Bolaang Mongondow (Bolmong) menanggapi pernyataan Wagub Sulut Steven Kandouw yang minta sekolah jangan dulu dibuka.
Afif warga Tambolango mengatakan, ia setuju jika sekolah jangan dulu dibuka dalam waktu dekat.
Tapi penundaan itu jangan terlalu lama.
"Efek negatifnya adalah anak anak dilanda kebosanan. Banyak diantara pelajar SMA yang
jadi pelaku balap liar akibat bosan berada di rumah."
"Ada pula yang pacaran melulu. Karna tidak tahu mau bikin apa lagi," kata dia.
Sebut dia, bila berlebihan, hal ini akan menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang.
Jika sudah demikian, maka nikah di usia remaja bisa terjadi.
"Di sini memang banyak kasus nikah remaja, bahkan nikah di bawah umur pun ada," kata dia.
Senada dikatakan Marlien Rantung. Menurut dia, para pelajar SMA banyak yang kehilangan pedoman di masa Covid 19 ini.
"Ingin sekolah tak bisa, ingin bersama teman tak bisa, ingin kerja tak bisa, jadinya itu dilampiaskan pada hal hal negatif," katanya.
Menurut dia, pihak sekolah mustinya memantau perkembangan anak didiknya di rumah.
Paling baik adalah guru turun langsung ke rumah siswa.
"Guru bisa jadi konselor bagi anak," kata dia. (art)
• Kamaru Tinjau Pembangunan Islamic Center Bolsel
• Positif Covid 19 di Bitung Tambah 1 Orang, Watuna: Ada 4 Orang KERT