Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Ebola

Fakta-fakta Virus Ebola, Menular dari Manusia ke Manusia dan Berasal dari Hewan Liar

Ebola virus disease (EVD) sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola. Virus Ebola merupakan penyakit yang jarang ditemukan namun mematikan.

Editor: Chintya Rantung

TRIBUNMANADO.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginformasikan adanya wabah baru penyakit yang diakibatkan virus ebola di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah.

Wabah baru penyakit virus Ebola terjadi di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, di provinsi Equateur sebagaimana dilaporkan Pemerintah Republik Demokratik Kongo, Senin (1/6/2020) dikutip dari WHO.int.

Lantas apa itu Virus Ebola?

Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020
Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020. Ilustrasi - 8 Fakta Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar dan Menular dari Manusia ke Manusia. (Ulrich Perrey / POOL / AFP)

 

8 Fakta Virus Ebola

1. Ebola virus disease (EVD) sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola.

Virus Ebola merupakan penyakit yang jarang ditemukan namun mematikan.

Virus Ebola dapat berakibat fatal ketika menyerang manusia.

2. Virus ini ditularkan ke manusia dari hewan liar.

Menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia.

3. Tingkat kematian rata-rata kasus EVD 50 persen.

Angka fatalitas kasus bervariasi dari 25 persen hingga 90 persen pada outbreaks yang lalu.

4. Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan mengendalikan wabah.

5. Pengendalian wabah yang baik bergantung pada penerapan paket intervensi.

Mulai dari manajemen kasus, praktik pencegahan dan pengendalian infeksi, pengawasan dan pelacakan kontak, layanan laboratorium yang baik, penguburan yang aman dan bermartabat serta mobilisasi sosial.

6. Vaksin Ebola sedang dalam pengembangan dan telah digunakan untuk membantu mengendalikan penyebaran wabah Ebola di Guinea dan di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved