Update Virus Corona Sulut
Ketua PWNU Sulut Apresiasi Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Masa Covid-19
Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs H Ulyas Taha MPd mengapresiasi kebijakan Menteri Agama
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs H Ulyas Taha MPd mengapresiasi kebijakan Menteri Agama (Menag) mengenai pedoman penyelenggaraan kegiatan keagamaan di masa pandemi Covid-19.
Diketahui, Menag menerbitkan panduan tentang kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa new normal pandemi virus corona dalam Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020.
"Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan kegiatan keagamaan dalam pandemi Covid-19 perlu kita apresiasi," katanya kepada Tribun Manado, Senin (1/6/2020).
Sebab, lanjut dia, hal ini menjawab kerinduan umat beragama untuk kembali melakukan aktivitas keagamaan terutama di rumah ibadah, Masjid, Gereja, Pura dan Wihara, Klenteng.
• Idul Fitri, Lebaran, dan Covid-19
"Keinginan umat untuk melaksanakan kegiatan keagamaanya sulit untuk kita bendung, olehnya itu dalam menyikapi semua itu maka saya kira sangat tepat Menteri Agama mengeluarkan pedoman itu," ungkapnya.
Sehingga, tambah Ulyas, umat terlindungi dari bahaya wabah Covid-19 yang saat ini belum sepenuhnya pulih, artinya bahwa kegiatan keagamaan jalan tetapi juga kesehatan dan keselamatan umat terjaga.
Sementara itu, Ketua PWNU Sulut juga mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi memutus penyebaran Covid-19.
• Pembatasan Perjalanan di Sulut Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020
"Imbauan selaku Ketua PWNU Sulut kepada masyarakat, mari kita sama-sama untuk berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan jalan mengedukasi keluarga dan diri sendiri," ucapnya.
Ia pun menambahkan, pemerintah dengan berbagai cara dan sumber daya yang ada berusaha melakukan tindakan bagaimana agar masyarakat terbebas dari bahaya virus corona.
"Tentu semua itu akan sia-sia jika tidak ada dukungan dari masyarakat. Kita tidak boleh berlama-lama dalam keadaan seperti ini, sebab ini sudah merambah pada sulitnya kehidupan yang dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya. (Ang)