Breaking News:

Idul Fitri

Idul Fitri, Lebaran, dan Covid-19

Tema Idul Fitri terdiri dari dua kata: pertama berarti kembali dan kedua adalah suci

istimewa
Yusno Abdullah Otta (Dosen Pascasarajana IAIN Manado, Wakil Rais Syuriyah NU Sulut) 

Penulis: Yusno Abdullah Otta (Dosen Pascasarajana IAIN Manado)

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tema Idul Fitri terdiri dari dua kata: pertama berarti kembali dan kedua adalah suci.

Idul Fitri adalah gambaran dari kondisi yang diperoleh oleh setiap Mukmin yang menyelesaikan kewajiban berpuasa Ramadhan.

“Kembali Fitrah” adalah outcome dari ibadah puasa Ramadhan yang diistilahkan al-Quran dengan takwa (Q.S. al-Baqarah [2]: 283). Kualitas takwa mempengaruhi kualitas 'fitrahnya'.

Fitrah yang suci adalah bentuk dari jatidiri yang autentik (Q.S al-Rum [30]: 30). Melalui kesucian fitrahnya, seorang Mukmin tidak saja mampu mempersepsi obyek dan realitas yang terjadi di sekitarnya, melainkan juga menstimulus peningkatan kualitas ke-sadar-annya atas ‘hakikat’ obyek dan realitas.

Lacak Suami Lewat Aplikasi, Istri Temukan Suami di Mobil dengan Wanita Lain

Sebulan penuh, kurikulum Ramadhan telah mengasah, mengasih, serta mengasuh kejernihan fitrahnya sehingga mampu keluar dari semua model pengaruh ‘hawa nafsu’ (Q.S. Yusuf [12]: 53).

Model fitrah seperti demikian yang menjadi modal terbaik seorang Mukmin dalam menjalani sebelas bulan ke depan sampai bertemu lagi dengan bulan Ramadhan; seperti yang disarankan oleh Imam al-Ghazali.

Lebaran sebagai ungkapan kegembiraan atas keberhasilan mengikuti diklat selama Ramadhan. Suasana lebaran tahun 1441 H ini tidak semeriah dari tahun-tahun sebelumnya karena imbas dari pandemi covid-19. Untuk memahami kondisi ini dapat dilihat dari dua perspektif: material dan spiritual.

Mayoritas Muslim merasa kehilangan momentum kesenangan yang dirasakan dan dinikmati setiap lebaran. Baju baru, kue lebaran, makanan siap saji serta aneka hiburan tidak bisa ditunaikan secara sempurna sebagaimana pada lebaran sebelumnya.

Gara-gara Isu Hong Kong hingga George Floyd, Reli Wall Street bisa berhenti

Tidak ada lagi gegap gempita dentuman suara musik yang terdengar hampir di setiap rumah, sehingga sulit rasanya untuk membedakan apakah ini perayaan ‘kemenangan’ spiritual atau perayaan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved