Virus Corona
Daftar Negara yang Konflik dengan China Terkait Laut China Selatan dan Virus Corona
Saat ini sedang disoroti dari berbagai negara, terkait virus corona hingga soal claim teritorial di Laut China selatan.
Taiwan tidak memiliki undang-undang tentang pengungsi yang dapat diterapkan pada pengunjuk rasa Hong Kong yang mencari suaka di Taiwan.
Hukumnya memang menjanjikan untuk membantu warga Hong Kong yang keselamatan dan kebebasannya terancam karena alasan politik.
Protes di Hong Kong telah memenangkan simpati luas di Taiwan, dan dukungan bagi para pengunjuk rasa oleh Tsai dan pemerintahannya telah memperburuk hubungan yang sudah buruk antara Taiwan dan China.
Tiongkok menuduh para pendukung kemerdekaan Taiwan berkolusi dengan para pengunjuk rasa Hong Kong.
Cina percaya Tsai sebagai seorang separatis yang bertekad menyatakan kemerdekaan resmi Taiwan. Tsai mengatakan, Taiwan sudah menjadi negara merdeka dan menyandang Republik Cina sebagai nama resminya.
Australia
Sama halnya dengan AS, Australia kini mulai resah dengan kehadiran kapal-kapal militer Tiongkok di tengah sengketa Laut China Selatan.
Mengacu pada meningkatnya intensitas kapal-kapal ini, The Economic Times mengutip pernyataan Komisaris Tinggi Australia untuk India, Barry O'Farrell.
"Tindakan untuk mengganggu kegiatan eksploitasi sumber daya negara lain dan penggunaan pantai yang berbahaya dan koersif menjaga kapal dan disebut milisi laut," ungkapnya mendapati pergerakan kapal Tiongkok.
Ketegangan di Laut China Selatan semakin meningkat ketika Washington DC mengintensifkan kegiatan militer di wilayah itu pada 2020 ini.
Pihaknya berdalih ingin menjungjung tinggi kebebasan navigasi di sana.
Memang hingga hari ini, Laut China Selatan masih terus diperdebatkan.
China terus mengklaim atas wilayah itu berdasarkan teritori versinya.
Sementara itu klaim ini juga terus dimentahkan oleh empat negara terkait.
Tidak menyerah, Beijing juga membangun instalasi militer di wilayah itu.