70 Persen Pesawat Milik Garuda Dikandangkan
Maskapai Garuda Indonesia mengistirahatkan 70 persen pesawatnya agar kondisi prima saat tiba waktunya melakukan penerbangan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia mengistirahatkan 70 persen pesawatnya agar kondisi prima saat tiba waktunya melakukan penerbangan kembali. Hal itu disampaikan oleh Director of Maintenance Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, dikutip dari akun Instagram Resmi @garuda.indonesia dan sudah terkonfirmasi pada Selasa (26/5).
"Tetapi meski pesawat terparkir, tentu tidak dibiarkan begitu saja tetapi tetap menjalani perawatan agar saat tiba waktunya terbang dalam keadaan prima," kata Rahmat.
• TNI-Polri Awasi Warga saat Beraktivitas di Era New Normal
Lanjut Rahmat, agar pesawat nantinya layak untuk terbang pihaknya melakukan perawatan prolog inspection, sesuai dengan manual perawatan masing-masing pesawat. "Dalam prolog inspection terdiri dari menutup mesin dengan pelindung, agar tidak ada partikel yang masuk dan membuat kerusakan pada mesin," ujar Rahmat.
"Kabin pesawat juga tidak luput dari perawatan, dan dibersihkan sesuai dengan prolog inspection ini," lanjutnya.
Kemudian menurut Rahmat, meskipun telah menjalani prolog inspection saat pesawat akan melakukan penerbangan, dua atau tiga hari sebelumnya akan dilakukan kembali pengecekan. "Kita akan lakukan preparation untuk ready for flight, dan akan dilakukan pengecekan mulai dari mesinnya, kabinnya, sistemnya agar pesawat itu tetap aman dan pada saat dipakai kondisinya reliable sehingga tidak ada masalah saat dioperasikan," ujar Rahmat.
Sementara itu, Asosiasi Transportasi Udara Interneasional atau IATA, merilis sebuah analisis kondisi perjalanan udara akibat wabah Covid-19. Mengutip dari laman situs Lonely Planet IATA mengatakan industri penerbangan akan mengalami dampak berkepanjangan akibat wabah ini hingga 2023.
IATA menyebutkan, industri penerbangan tidak akan mudah mengalami pemulihan ke tingkat pada saat wabah ini belum terjadi, dan diperkirakan hingga 2023. Menurut IATA, permintaan penumpang global pada 2021 akan meningkat menjadi 24 persen di bawah level saat 2019, dan 32 persen lebih rendah dari perkiraan yang dibuat pada Oktober 2019.
Hal ini karena pembukaan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan yang lebih lambat, hingga kuartal ketiga tahun ini yang dimungkinkan karena gelombang kedua virus. Selain itu adanya tindakan karantina pada saat kedatangan, akan merusak kepercayaan diri dalam perjalanan udara.
• Dua Calon Vaksin Corona Mulai Uji Klinis
Hasil survei IATA, menyebutkan 69 persen pelancong baru-baru ini menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk bepergian jika itu melibatkan periode karantina 14 hari. Menurut Director General and CEO IATA, Alexandre de Juniac, membangun kembali kepercayaan diri penumpang akan memakan waktu lebih lama.
"Karena saat ini pelancong individu dan perusahaan cenderung dengan berhati-hati, mengelola pengeluaran perjalanan mereka dan memilih meningkatkan yang dekat dengan rumah," ucap Alexandre.
Menurut Alexandre, pihak maskapai membutuhkan solusi untuk perjalanan aman, serta dapat mengatasi dua tantangan. "Karena dengan begitu dapat memberikan kepercayaan diri penumpang untuk melakukan perjalanan dengan aman, dan tanpa kerumitan yang tidak semestinya. Hal tersebut juga dapat memberi pemerintah kepercayaan bahwa mereka terlindung dari penyebaran virus," kata Alexandre.
SIKM
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengharuskan penumpang pesawat yang melanjutkan perjalanan ke wilayah Jabodetabek memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 47/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar Atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.
President Director PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, mengatakan sejalan dengan itu pihaknya mengaktifkan posko pemeriksaan mulai 26 Mei 2020, guna memenuhi ketentuan di dalam Pergub DKI Jakarta tersebut. "Hal ini juga sesuai pembahasan di dalam Komite Fasilitas (FAL) Soetta pada 25 Mei 2020, dan ditetapkan adanya tiga check point sebagai prosedur pemeriksaan kedatangan penumpang rute domestik," ucap Awaluddin.
Berikut tiga check point tersebut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pesawat-garuda-indonesia-a-330-yang-mengangkut-69-warga-negara-indonesia-wni-2364.jpg)