Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Bolsel

Puskesmas Milangodaa Bantah Pernah Merawat Pasien Positif Covid-19

Ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (26/5/2020), Fakhrul mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Fakhrul Walidy petugas medis Puskesmas Milangodaa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI -Masyarakat Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Boslel) Sempat di buat panik.

Pasalnya beberapa waktu lalu beredar isu jika salah satu warga yang sudah meninggal, dikabarkan reaktif melalui hasil Rapid Test di Puskesmas Milangodaa.

Menanggapi Isu ini, dr. Fakhrul Walidy petugas medis Puskesmas Milangodaa di Kecamatan Tomini membantah terdapat kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Tomini.

Ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (26/5/2020), Fakhrul mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Ia juga meminta kepada masyarakat tidak lekas percaya pada informasi yang belum valid kebenarannya.

"Dilakukan pemeriksaan rapid tes karena pasien akan di rujuk ke Gorontalo, salah satu syarat utuk melewati perbatasan untuk pasien rujukan harus memiliki hasil rapid nonreaktif. Tapi hasilnya reaktif sehingga tidak bisa dirujuk keluar daerah" jelas dirinya.

Lanjutnya, almarhum berusia 20 tahun sebelumnya adalah pasien yang mengalami kecelakaan Lalu Lintas, yang sempat di rawat di RS Aloe Saboe Gorontalo.

Setelah kurang lebih satu bulan di rumah, pasien mengeluhkan sakit oleh keluarga dan di bawah ke Puskesmas Milangodaa.

"Setelah menjalani pemeriksaan medis di ketahui almarhum mengalami secunder infection setelah perawatan pasca kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa bulan lalu," ungkap Dokter yang bertugas di Puskesmas Milangodaa ini.

Terpisah, Camat Tomini Abidin Patilima menghimbau masyarakat untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Ia mengatakan agar warga jangan mengaggap sepele hasil Rapid Tes yang Reaktif.

Abidin meminta agar warga segera melaporkan kepada petugas medis jika mempunyai riwayat perjalanan dari daerah transmisi Lokal, untuk di periksa tim medis.

"Kepada Sangadi (Kepala Desa) untuk lebih tegas menghimbau masyarakat agar taat kepada anjuran pemerintah dan tenaga medis," tegas Abidin yang juga aktivis Kahmi Bolsel itu.

Terpisah, Aldy Setiawan Gobel Kadis Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bolsel, mengatakan pentingya memahami informasi dan budayakan membaca berita sampai selesai agar tidak gagal paham.

Menurutnya, masyarakat harus tetap tenang dan jangan panik ketika mendapatkan informasi terkait Penyebaran Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved