Breaking News:

Update Virus Corona Talaud

Pengacara Fahmi Oksan Awulle Gelar Aksi Kemanusian di Kabupaten Kepulauan Talaud

Fahmi Oksan Awulle Lawyer atau pengacara kondang melakukan aksi kemanusiaan

Istimewa
Fahmi Oksan Awulle Lawyer atau pengacara kondang, menyerahkan ratusan paket bantuan pangan ke Kabupaten Kepulauan Talaud tepatnya di Desa Perangen Kecamatan Raines sebanyak 100 paket serta di Desa Bantane Induk dan Bantane Barat Kecamatan Beo sebanyak 200 paket. Di terima secara simbolis oleh perwakilan untuk diterikan kepada penerima, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MELONGUANE - Fahmi Oksan Awulle Lawyer atau pengacara kondang yang tengah memperjuangkan ahli waris atas kepemilikan lahan Terminal BBM Pertamina Bitung, melakukan aksi kemanusian.

Aksi kemanusian bagi-bagi bantuan paket pangan dilakukannya di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulut, selama dua hari berturut-turut Senin dan Selasa (18-19/5/2020) pekan lalu.

"Iya, jadi saya informasikan bahwa telah dilaksanakan penyerahan bantuan pangan kepada warga kurang mampu yang belum mendapat bantuan di tengah pandemi Covid-19 di Desa Perangen Kecamatan Raines sebanyak 100 paket, serta di Desa Bantane Induk dan Bantane Barat Kecamatan Beo sebanyak 200 paket," tutur Fahmi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (25/5/2020).

Sebagai putra Talaud, tergerak hatinya dan terpanggil untuk berbuat kepada warga yang benar-benar terdampak pandemi Covid-19. Bantuan berupa beras, gula pasir, kopi, teh, telur dan mie instan turut dibantu panitia warga setempat yang terpanggil untuk ikut dalam aksi kemanusiaan.

Sualang Ajak Kader PDIP Manado Jadi Pelopor Penerapan Pola Hidup New Normal

Pilep Maloring yang mengkoordinir warga yang tergabung dalam kepanitiaan menjelaskan, pihaknya telah mensortir jauh hari sebelumnya di setiap desa yang menjadi penerima.

Mulai dari lansia dan petani hingga masyarakat kurang mampu, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi prioritas penerima bantuan tersebut.

"Untuk ASN dan pemilik warung serta perangkat desa tidak kami berikan," ujar Pilep.

Lanjut dikatakan, bahwa di saat pandemi covid-19 ini, masyarakat wajib mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah, namun disisi lain timbul masalah ekonomi seperti kekurangan pangan.

Dorneka Tumembang (86) satu di antara penerima yang didominsi para lansia, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Dilaksanakan di Rumah, Salat Idul Fitri Tetap Penuh Makna

"Puji syukur kepada Tuhan atas bantuan ini, saya hidup sendirian, mata saya buta, namun dengan adanya bantuan ini sangat meringankan beban hidup saya saat ini," tutur Dorneka.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved