Update Virus Corona Bolsel
Pemuda Desa Tabilaa Soroti Data Penerima BST, Samsul: Lebih Banyak Aparat Desa Yang Terima
Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah pusat maupun daerah dalam menanggulangi persoalan yang muncul akibat dampak Covid-19.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada seluruh sektor.
Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah pusat maupun daerah dalam menanggulangi persoalan yang muncul akibat dampak Covid-19.
Salah satunya bantuan yang di berikan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementian Sosial (Kemensos).
Menurut salah satu pemuda Desa Tabilaa Samsul Bahri Wewengkang, bahwa data penerima BST dari Kemensos di Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel sebagiannya tidak tepat sasaran.
Padahal masih banyak masyarakat kurang mampu yang juga kena dampak dari Pandemi Covid-19.
“Ibu Emil Miliangan seorang difabel salah satunya masyarakat desa Tabilaa yang sampai hari tidak bisa disentuh oleh bantuan apapun baik dari Pemdes hingga Pemerintah Pusat," ujarnya ketila dihubungi Tribun Manado, Kamis (21/5/2020).
Padahal masalah Ibu Emil Miliangan ini hanya karena numpang di keluarga penerima manfaat PKH.
"Sedangkan data penerima BST dari Kemensos di Desa Tabilaa ada sebagian keluarga aparat desa,” ungkap Samsul ketika dihubungi Tribun Manado.
Ia pun menyoroti data penerima BST dari Kemensos ini.
Karena sebagian daftar penerimanya adalah keluarga aparat desa.
Padahal, gaji aparat desa tidak dibawah Rp 1 juta.
Sedangkan di desa Tabilaa masih banyak masyarakat yang ekonominya dibawah yang juga terdampak wabah pandemi covid-19, tapi tidak mendapat bantuan hanya karena masalah sepele.
“Jangan sampai ini ada permainan data penerima bantuan, sebab yang mengetahui masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang mampu adalah pemerintah desa itu sendiri. yang melakukan pendataan kepada masyarakat adalah pemerintah desa,” tegasnya.
Olehnya Ia pun berharap kepada pemerintah desa agar lebih jeli lagi dalam melakukan data penerima bantuan.
“Kasihan masyarakat juga kena dampak dari Covid-19 dan tidak bisa menerima bantuan apapun dari pemerintah. Padahal mereka sangat membutuhkan itu," tegasnya.