Kesehatan
Nasi Putih Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Tetap Memiliki Beberapa Manfaat
Selain itu, nasi putih juga kaya akan kandungan gula sehingga berpotensi meningkatkan risiko diabetes.
TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Nasi putih merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.
Meski begitu masih banyak orang yang menilai nasi putih tidak sehat.
Pasalnya, nasi putih terbuat dari beras yang mengalami proses penggilingan sehingga lapisan pelindung, dedak, dan inti yang kaya nutrisi di dalamnya hilang.
Itu sebabnya, nasi putih selalu diklaim sebagai bahan makanan yang mengandung kalori kosong serta rendah nutrisi.
Selain itu, nasi putih juga kaya akan kandungan gula sehingga berpotensi meningkatkan risiko diabetes.
Melansir laman Healthline, berikut dampak negatif nasi putih bagi kesehatan:
- Meningkatkan risiko sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan stroke.
Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:
- tekanan darah tinggi
- kadar gula darah tinggi
- kadar trigliserida tinggi
- lingkar pinggang yang besar
- kadar kolesterol baik atau HDL yang rendah.
Riset menunjukan, orang yang sering mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik.
- Meningkatkan risiko obesitas
Nasi putih tergolong biji-bijian olahan karena terbuat dari padi yang telah dihilangkan bagian dedak dan inti yang kaya akan nutrisinya.
Sementara itu, berbagai riset telah membuktikan mengonsumsi biji-bijian olahan yang terlalu banyak bisa menyebabkan obesitas.
Hal ini disebabkan karena kandungan serat pada nasi putih hanya sedikit sehingga hanya memberi rasa kenyang dalam waktu singkat.
Keunggulan nasi putih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nasi-putih-panas_20170405_133831.jpg)