Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Viral Bocah 7 Tahun Belajar di Bawah Kolong Meja Jualan Orang Tuanya, Sang Guru Merasa Tersentuh

Kisah Seorang bocah 7 tahun harus belajar di bawah kolong meja tempat orang tuanya bekerja.

(China Daily)
Di ruangan yang sempit itu, orang tua Ke Enya menyulap tumpukan kardus dan papan kayu menjadi meja belajar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah Seorang bocah 7 tahun harus belajar di bawah kolong meja tempat orang tuanya bekerja. 

Baru-baru ini, kisah mengharukan terjadi di sebuah pasar di Yichang, Hubei.

Banyak dampak yang terjadi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Penjara 3 Tahun, Denda Rp 815 Juta Jika Warga Negara Ini Melanggar Aturan Protokol Kesehatan

Termasuk lockdown atau pembatasan ruang publik yang terjadi di sejumlah negara.

Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk sekolah hingga perkantoran.

Seorang bocah 7 tahun harus belajar di bawah kolong meja tempat orang tuanya bekerja.

pasar di Yichang Hubei
Ilustrasi pasar di Yichang, Hubei. (China Daily)

Dikutip dari laman Chinadaily, bocah itu bernama Ke Enya.

Orang tuanya merupakan seorang penjual lauk pauk di pasar.

Selama sekolah ditutup, Ke Enya harus mengikuti kelas online.

Padahal kedua orang tuanya harus tetap mencari nafkah.

Mereka bekerja dari pagi hingga malam hari.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan belajar Ke Enya, mereka menyiapkan ruang di bawah meja kios.

Mulanya, semua berjalan seperti biasa, hingga pada 29 April lalu guru Ke Enya berkunjung ke kios tersebut.

Melihat semangat belajar Ke Enya, sang guru merasa tersentuh.

Ia sempat mengabadikan momen Ke Enya yang tengah belajar di bawah meja.

Di ruangan yang sempit itu, orang tua Ke Enya menyulap tumpukan kardus dan papan kayu menjadi meja belajar.

Selain sempit, kolong meja itu juga tampak gelap.

Hanya pencahayaan dari layar laptop yang didapatkan Ke Enya saat belajar.

Mirisnya lagi, Ke Enya harus bertahan dari bisingnya suara meja saat orang tuanya tengah mempersiapkan daganganya.

Foto Ke Enya mendadak viral ketika sang guru mengunggah potret itu ke momen WeChat-nya.

Jerman Investigasi soal Awal Penyebaran Kasus Covid-19, Sudah Ada Sebelum Muncul Gejala

Ke Enya belajar
Di ruangan yang sempit itu, orang tua Ke Enya menyulap tumpukan kardus dan papan kayu menjadi meja belajar.(China Daily)

Berbagai komentar diberikan warganet dalam ungghan itu.

Mereka salut dengan semangat belajar Ke Enya yang jauh dari kata layak.

Kepada City Express, ibu Ke Enya, Zao Weiwei mengatakan jika pemilik toko di pasar biasa membantunya merawat sang anak.

Namun, selama pandemi mereka harus menempati kios yang lebih kecil, tanpa bantuan.

Viralnya kisah Ke Enya membuat berbagai pihak menawarkan bantuan.

Menurut Changjiang Daily, Senin (11/5/2020) lalu, sebuah perusahaan komunikasi lokal membuka akses broadband secara gratis di kios Zhao.

Di ruangan yang sempit itu, orang tua Ke Enya menyulap tumpukan kardus dan papan kayu menjadi meja belajar.
Di ruangan yang sempit itu, orang tua Ke Enya menyulap tumpukan kardus dan papan kayu menjadi meja belajar. (People's Daily Online)

Tujuannya untuk membantu Ke Enya mendapatkan koneksi internet yang lebih baik saat belajar.

Ternyata, selama ini Ke Enya menggunakan data internet ponsel ibunya untuk terhubung ke komputer.

Sementara itu, perusahaan lain menawarkan untuk memasang broadband dan kamera di rumah Zhao untuknya mengawasi putrinya dari kios.

Pada Rabu (13/5/2020), Zhao memposting artikel di akun Sina Weibo miliknya.

Dalam unggahan itu Zhao mengatakan dia tidak mengharapkan begitu banyak perhatian dari seluruh negeri dan dia merasa kasihan pada putrinya.

"Jika dia dilahirkan di keluarga lain, dia pasti tidak akan belajar di bawah meja, dan lingkungan tempat tinggalnya pasti akan lebih baik," katanya.

Zhao dan suaminya memulai bisnis mereka pada Juni 2007.

Mereka menjual makanan yang direbus seperti ayam, bebek, dan berbagai jenis sayuran di warungnya.

Mereka menyiapkan semua makanan pada jam 6 pagi dan buka sampai malam hari.

"Putriku telah tampil cukup baik di kelas daringnya dan tidak pernah mengeluh tentang lingkungan yang buruk," kata Zhao.

"Dia sama sekali tidak membuat masalah bagi kami," lanjutnya.

Legenda Juventus Alessandro Del Piero Sakit Ginjal, Luis Figo hingga Max Biaggi Beri Dukungan

Ke Enya belajar 23
Selain sempit, kolong meja itu juga tampak gelap. Hanya pencahayaan dari layar laptop yang didapatkan Ke Enya saat belajar. (China Daily)

Zhao menjelaskan Ke Enya tidak tahan tinggal di pasar, karena dia terbiasa dengan lingkungan yang banyak teman.

Sang ibu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warganet yang peduli pada kesehatan putrinya.

Bahkan ada pula yang menawarkan untuk memperbesar ukuran kios Zhao.

"Terselip di ruang yang begitu kecil dan menonton layar untuk waktu yang lama pasti dapat membahayakannya."

"Jadi saya akan selalu membiarkan dia keluar untuk bermain dan berolahraga selama istirahat."

"Saya merasa menyesal, tapi saya terbatas pada saat ini situasi."

"Itu yang terbaik yang bisa kita lakukan untuknya," ungkap Zhao.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Bocah 7 Tahun di Hubei yang Viral karena Belajar di Bawah Kolong Meja Pasar Orang Tuanya

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved