Tips Hadapi Virus Corona
Tak Hanya Perokok Aktif, Perokok Pasif Juga Rentan Terinfeksi Virus Corona
Tentunya dengan penurunan fungsi imunitas tersebut, kata dr. Agus, akan meningkatkan risiko terinfeksi bakteri maupun virus pada perokok pasif.
Communication Manager Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Samidi, menambahkan sebenarnya secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan masukan-masukan dalam publikasi mereka, bahwa ada hubungan antara rokok dengan keparahan infeksi Covid-19.
Hal itu, menurut dia, bisa menjadi acuan setiap negara untuk melakukan upaya penanganan Covid-19 kaitananya dengan rokok.
“Tapi memang Indonesia belum merespons ini. Saya kurang tahu apakah sebenarnya pemerintah sudah tahu atau belum, atau tidak terlalu notice akan hal ini. Maka dari itu, langkah konkret dari kami, yakni mengirim surat kepada presiden,” jelas dia.
Nina menyampaikan, Komnas Pengendalian Tembakau bersama beberapa institusi lain mendukung pemerintah salah satunya agar meningkatkan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui “Rumah Tanpa Rokok” demi mendukung belajar, kerja, dan ibadah yang aman dan nyaman di rumah.
"Pemerintah Indonesia harus kembali ke ilmu pengetahuan dalam mengambil kebijakan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini," kata dia dalam diskusi.
Nina berpendapat, sangat mungkin gaya hidup seperti kebiasaan merokok yang sangat lazim di Indonesia memengaruhi karakteristik pasien Covid-19 di Indonesia, sehingga langkah pengendalian konsumsi rokok harus menjadi salah satu poin penanganan penyakit berbahaya ini.
"Lebih baik lagi, (pemerintah) mengambil langkah-langkah preventif, termasuk menerapkan Rumah Tanpa Rokok sebagai langkah awal perlindungan masyarakat yang stay home di tengah pandemi," ujar Nina.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Perokok Pasif Juga Rentan Terinfeksi Covid-19".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/perokok-pasif.jpg)