Update Virus Corona Sulut
UPDATE Covid-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara, Bertambah PDP 1 dan ODP 10 Orang
Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Mitra lewat juru bicara (jubir) Gloria D Wuwungan, bahwa ada penambahan data ODP 10 orang, PDP 1 Orang
Penulis: Giolano Setiay | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Berdasarkan data terbaru Selasa (12/5/2020) sekira pukul 20:00 Wita , terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Diinformasikan dari pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Mitra lewat juru bicara (jubir) Gloria D Wuwungan, bahwa ada penambahan data ODP 10 orang dan PDP asal Kecamatan Belang sebanyak 1 orang (PDP 06).
"PDP 06 berkelamin laki-laki (31) warga Kecamatan Belang. Untuk riwayat perjalanannya pihak kami belum tahu pasti," tutur Wuwungan.
• 27 Wartawan di Mitra Lakukan Rapid Test, Ratuliu: Hasilnya Non-Reaktif
PDP tersebut, menurut informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bahwa pada pasien tersebut baru dilakukan Laparatomi Appendisitis Akut,
dan penetapan status PDP dilakukan oleh pihak RSU Bethesda berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
"Saat ini pasien masih dirawat di RSU Bethesda Tomohon sambil menunggu hasil pemeriksaan Swab Tenggorok yang dilakukan untuk dipastikan," terang Jubir Satgas Covid-19 Mitra.
Untuk itu, melihat perkembangan data yg ada, pemerintah kecamatan maupun desa/kelurahan kiranya dapat menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada sambil menerapkan upaya-upaya pencegahan seperti Physical Distancing dan PHBS.
• Pengamat Sosial Sebut Ada Lima Aspek Jadi Syarat Implementasi PSBB di Sulut
• Pemkot Tomohon Gelar Ibadah Bersama dengan Jajaran Via Live Streaming
• Pesan Kapolda Sulut Kepada Pejabat Baru: Mereka Harus Kerja Keras
"Ini penting untuk mencegah kontak dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kemungkinan berada dilingkungan sekitar masyarakat," pungkasnya .
Pihak satgas juga mengimbau, agar masyarakat, selain menerapkan upaya-upaya pencegahan.
"Dimohon juga untuk saling mendukung pasien maupun keluarganya, dan tidak melakukan tindakan-tindakan diskriminatif yang mengucilkan mereka agar upaya pencegahan dapat terlaksana dgn baik.
Kiranya ini bisa menjadi perhatian khusus," jelas Wuwungan. (Ano)