Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bunuh Diri

Sempat Cekcok dan Anggap Istri Telah Selingkuh, Suami Memilih Gantung diri Saat Sahur

Seorang warga Kampung Legok Kecamatan Bunursari Kota Tasikmalaya Jawa Barat ditemukan tewas bunuh diri, Sabtu (9/5/2020) dini hari.

Editor: Rizali Posumah
ISTIMEWA
Ilustrasi gantung diri. Seorang suami gantung diri lantaran menganggap istrinya telah berselingkuh, Sabtu (9/5/2020) dini hari, di Kampung Legok Nangka Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Jawa Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kampung Legok Nangka Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Jawa Barat heboh dengan satu warganya yang tewas bunuh diri, Sabtu (9/5/2020) dini hari. 

Warga tersebut berinisial OP, ia diduga bunuh diri saat waktu sahur.

Dia ditemukan dalam posisi tergantung di warung miliknya.

Pria itu diketahui sempat cekcok dan menuduh istrinya AI (24) telah berselingkuh.

Keributan itu terjadi saat OP baru saja pulang dari bekerja sebagai buruh pembelah batu pada Jumat malam.

Kejadian ini membuat kaget warga setempat, karena kasus yang diduga bunuh diri itu terjadi saat menjelang sahur puasa di bulan Ramadhan.

"Awalnya mendapatkan laporan dari warga, kita datangi TKP dan menemukan korban telah tewas gantung diri memakai seutas tali di warung miliknya," kata Kepala Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota Kompol Moch Bashori kepada wartawan, Sabtu pagi.

Sesuai keterangan saksi, kejadian bermula saat korban pulang ke rumah dan langsung terlibat cekcok dengan istrinya.

Bahkan menurut saksi, OP sempat menggigit tangan dan memukul wajah istrinya.

Mendengar teriakan istri OP, para tetangga keluar dan mencoba menghampiri untuk melerai.

Diduga karena malu, OP langsung lari keluar rumah ke dekat sebuah sumur di area perkebunan depan rumahnya.

Para tetangga melihat OP membawa seutas tali dan sebuah pisau.

"Lalu datang Ketua RT setempat bersama warga yang lain untuk melerai kejadian tersebut. Namun korban malah lari ke sumur di area perkebunan depan rumah sambil membawa tambang dan pisau," ujar Bashori.

Selanjutnya Ketua RT setempat berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Indihiang.

Sebab, dikhawatirkan akan kembali terjadi tindakan kekerasan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved