Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penyebaran Corona Harus Turun, Presiden: Kita Harus Siap Diawasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran kabinetnya untuk transparan dan akuntabel dalam menangani Covid-19.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 melalui siaran video conference, Kamis (30/4/2020). / Capture Youtube Sekretariat Presiden 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran kabinetnya untuk transparan dan akuntabel dalam menangani Covid-19. Presiden Juga mengingatkan kepada jajaran menterinya agar siap diawasi dan dikontrol dalam menangani penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.

Warga Maluku Panik Berhamburan Keluar Rumah, Gempa Bumi 7,3 Magnitudo Berguncang

"Saya ingatkan untuk penanganan Covid semua jajaran pemerintahan harus betul-betul berpegang pada prinsip-prinsip good governance, memegang teguh tranparansi, memegang akuntabilitas," kata Presiden dalam rapat paripurna kabinet, Rabu, (6/5).

Pengawasan terhadap pemerintah tidak hanya dilakukan oleh parlemen, melainkan juga masyarakat. "Kita semuanya juga harus siap untuk diawasi, siap untuk dikontrol, bukan hanya oleh lembaga-lembaga negara seperti DPR, BPK, tapi juga oleh seluruh masyarakat," tuturnya.

Tujuan penanganan Covid-19 menurut Presiden hanya satu, yakni keselamatan masyarakat Indonesia. Baik itu dalam aspek kesehatan maupun sosial dan ekonominya. "Dalam mencapai tujuan itu, sekali lagi kita semuanya, pemerintah harus bergerak dengan cepat, karena betul-betul situasinya bersifat extra ordinary (luar biasa) dan memerlukan kecepatan, memerlukan ketepatan," pungkasnya.

"Saya ingin ingatkan fokus kerja yang paling utama sekarang ini tetap pada mengendalikan covid secepat-cepatnya, menurunkan secepat-cepatnya," kata Presiden.

Menurutnya, negara yang akan menjadi pemenang nanti adalah negara yang bisa mengatasi penyebaran virus corona. Oleh karena itu semua menteri, kepala lembaga, termasuk Kapolri dan panglima TNI harus mengerahkan seluruh upaya dan tenaga mengendalikan penyebaran virus dan menangani dampaknya.

Aparat Kepolisian di Minahasa Gencar Lakukan Pencegahan Covid-19

"Target kita di bulan Mei harus betul-betul tercapai, sesuai target yang kita berikan yaitu kurvanya sudah harus turun, dan masuk pada posisi sedang di bulan Juni, di bulan Juli harus masuk pada posisi ringan, dengan cara apapun," katanya.

Agar target tersebut tercapai bukan hanya diperlukan usaha kerasa jajaran pemerintah saja. Melainkan juga menurut Presiden butuh peran berbagai elemen bangsa, mulai dari masyarakat, partai politik relawan, swasta, dan organisasi sosial.

"Ini yang harus di-dirijeni di-orkestrasi dengan baik, saya yakin jika kita bersatu, jika kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan semua rencana yang sudah kita siapkan yang lalu ini bisa kita atasi covid secepat-cepatnya," pungkasnya.

Saat rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemerintah menyiapkan kajian seluruh warga negara untuk hidup berdampingan bersama virus corona atau Covid-19. Sri Mulyani menyampaikan, virus corona seperti halnya dengan pandemi flu Spanyol tahun 1918 hingga 1920 yang dampaknya tidak hilang sampai sekarang.

"Seperti dengan flu Spanyol, dia akan terus ada, sehingga hidup bersama dengan Covid-19 itu yang sekarang sedang terus disiapkan," ujarnya.

Karena itu, ia menyampaikan, pemerintah menyiapkan dana untuk kesiapan berdampingan dengan Covid-19 dengan menggandeng beberapa lembaga negara untuk pengawasan.

"Dana untuk Covid-19 kita akan terus melakukan pengawasan karena BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, red) sudah ada di sana. LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,red) itu juga sudah dilibatkan," kata Sri Mulyani.

Kemenhub: Tidak Ada Perubahan Peraturan, Tetap Dilarang Mudik!

Selain itu, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, masyarakat juga diharapkan bisa bekerjasama guna menyiapkan kajian ini."Kita berharap, tadi bapak Presiden menyampaikan di sidang kabinet supaya masyarakat juga ikut berpartisipasi. Mengawasi akuntabilitas, transparansi, jadi tidak cuma kita, BPK, DPR," pungkasnya. (tribun network/fik/van)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved