Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Minyak Mentah Dunia

Didorong Pelonggaran Lockdown di Berbagai Belahan Dunia, Harga Minyak Kembali Naik

Pelonggaran ini dipercaya akan menaikkan permintaan minyak di pasar seiring bergeraknya kembali kegiatan ekonomi.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com
Ilustrasi minyak dunia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rabu (6/5/2020) harga minyak kembali naik pada perdagangan pukul 07.10 WIB.

Harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) pengiriman Juni 2020 di New York Mercantile Exchange berhasil naik 4,43 persen menjadi US$ 25,65 per barel dari yang sebelumnya berada di US$ 24,56 per barel.

Kenaikan ini ditopang oleh langkah pelonggaran lockdown yang diterapkan di berbagai kota dunia akibat virus corona (Covid-19).

Pelonggaran ini dipercaya akan menaikkan permintaan minyak di pasar seiring bergeraknya kembali kegiatan ekonomi.

"Pasar mulai menyadari bahwa kehancuran permintaan mengerikan, tetapi kami membuka kembali dan permintaan akan lebih baik," kata Phil Flynn, analis senior Price Futures Group seperti dikutip Reuters.

"Tetapi kemunduran produksi baru saja dimulai."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji langkah berbagai negara bagian yang mulai kembali ekonomi mereka.

Bank Swiss UBS mengatakan pelonggaran pembatasan akan membantu menyeimbangkan penawaran dan permintaan, yang mengarah pada kekurangan pasokan pada kuartal keempat.

Morgan Stanley memperkirakan puncak kelebihan pasokan di pasar global kemungkinan telah tercapai dan krisis penyimpanan mereda.

"Persediaan sudah dibuat tetapi tidak sekuat yang ditakutkan, dengan langkah-langkah social distancing yang meningkat pada Maret, peningkatan persediaan yang diamati tidak sekuat yang ditakutkan," katanya dalam sebuah catatan.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei diperkirakan akan turun menjadi 6 juta barel per hari, terendah dalam hampir satu dekade, menurut sumber industri dan analis.

Namun, Kepala Eksekutif Vitol Russell Hardy mengatakan kepada Reuters, permintaan puncak jangka panjang kemungkinan masih akan tergerus secara permanen.

Permintaan minyak global merosot 26 juta barel menjadi 27 juta barel per hari (bph) pada bulan April, dan Hardy memperkirakan penurunan tahunan lebih dari 8 juta bph.

Selain itu, lalu lintas udara diperkirakan tidak akan pulih segera, yang akan memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Harga minyak kembali naik, terdorong pelonggaran lockdown berbagai negara.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved