Update Virus Corona Sulut
Sembuh Dari Covid-19, Istri dan Anak Pendeta Sugeng Masih Jalani Perawatan
Gembala di jemaat Sidang Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Petra ini sembuh setelah hasil dua kali test swabnya negatif.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
"Saya berdoa, ampuni saya Tuhan.
Berikan saya hati yang damai dan tenang.
Kalau toh saya harus pergi biarlah pergi dalam ketenangan. Saya yakin Tuhan pasti jaga isteri dan anak saya." ratapnya dalam doa.
Tiba tiba, begitu ia bersaksi, dia mendengar suara Tuhan berbicara dengan keras dalam dirinya.
"Hidup dan matimu ada di tanganku. Bukan di tangan virus. Kalau belum waktunya, penyakit apapun tidak akan bisa membunuhmu. Tapi kalau sudah waktunya, biar kamu memohon kepadaKu kamu tetap akan mati." begitu suara yang ia dengar.
Bersamaan dengan itu hatinya pun damai.
Nafasnya yang tersendat mulai lega. Mendadak muncul kekuatan dalam dirinya.
"Saya menangis. Bersyukur.Bapa, trima kasih. Mujizat Tuhan begitu nyata," kata dia.
Ia ingat itu hari ketujuh.
Angka tujuh dalam kekristenan punya makna tersendiri.
Semenjak itu ia jadi kuat.
Hingga dua kali hasil swab testnya negatif.
"Pada hari ketujuh itulah Tuhan bebaskan saya dari segala ketakutan dan kecemasan," katanya.
Pengalaman rohani ia dapatkan saat perjamuan jumat agung.
Kala itu, ada seorang pemuda yang juga pasien Covid 19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gembala-di-jemaat-sidang-gereja-pantekosta-tabernakel.jpg)