Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kim Jong Un

Rumor Kim Jong Un Meninggal Atau Kritis Masih Belum Jelas, Korea Utara Mencekam

Kabar hilangnya Presiden Korea Utara, Kim Jong Un ini hingga danya rumor bahwa dia sudah meninggal membuat warga Pyongyang melakukan panic buying.

Editor: Rizali Posumah
POOL New via REUTERS
Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semua rumor yang beredar tentang Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dari "kematian" hingga "terbaring kritis" masih simpang siur alais belum jelas. 

Meski begitu, presiden berusia 36 tahun itu sudah menghilang dari pandangan publik sejak beberapa pekan terakhir.

Kabar hilangnya Presiden Korea Utara, Kim Jong Un ini hingga danya rumor bahwa dia sudah meninggal membuat warga Pyongyang alami panic buying.

Seperti diberitakan sebelumnya, diktator berusia 36 tahun itu sudah menghilang dari pandangan publik sejak beberapa pekan terakhir.

Tiba-tiba muncul kabar dari media Korea Utara di Seoul, bahwa Kim Jong Un dalam kondisi kritis hingga mati otak karena operasi jantung yang gagal.

Perkembangan terakhir adalah dokter yang memasang ring pada jantung Kim gemetar ketakutan sehingga mengakibatkan kegagalan.

Jadi Kim dikatakan dalam kondisi vegetatif, namun seorang sumber terpercaya mengklaim bahwa diktator itu meninggal dunia.

Banyaknya spekulasi ini alhasil memicu pertanyaan tentang keadaan sebenarnya dan ketakutan akan adanya perebutan kekuasaan di Pyongyang.

Sebagaimana dilaporkan The Sun dari New York Post, rak-rak di toko di Ibukota Pyongyang sudah kosong. 

Barang-barang penting seperti deterjen, makanan, alat elektronik, serta alkohol sudah ludes terjual.

Produk-produk impor adalah barang yang pertama kali diserbu pembeli.

Tetapi beberapa hasil produksi dalam negeri seperti rokok dan ikan kaleng juga habis.

Ada sejumlah helikopter yang terbang rendah di langit Pyongyang.

Kemudian ditemukan kerusakan pada layanan kereta api ke China, satu-satunya tetangga Korea Utara.

Para ahli memperingatkan bahwa kekosongan kekuasaan ini akan mengakibatkan kerusuhan atau bahkan perang saudara. Artinya saat ini situasi di Korea Utara mencekam dan dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved