Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pandemo Corona: Seperti Pembunuhan Massal, Berguguran

Dokter Cecillia Young, salah seorang dokter di RSUD Balaraja, Provinsi Banten. Ia mengaku miris melihat banyak rekan sejawat

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
Cecillia Young 

Bisa Anda ceritakan suka duka sebagai orang yang berada di garda terdepan berhadapan dengan Covid-19?

Dukanya, miris melihat kondisi yang seperti ini, kasus terus bertambah. Mendengar sejawat kami banyak yang meninggal, sedih banget. Rasanya, seperti istilahnya pembunuhan massal. Istilahnya kok sejawat kami pun banyak yang berguguran. Tuhan yang menentukan hidup matinya seseorang. Kita tidak bisa menyalahkan Covid-19 ini untuk kematian sejawat-sejawat kami.

Berpuasa Ditengah Pandemi, Dokter Sadly Minta Warga Bolsel Terapkan PHBS

Kalau sukanya, senang makin banyak angka pasien yang sembuh. Itu kelegaan tersendiri. Dan kita juga semua tenaga medis berjuang benar-benar maksimal. Overtime lah istilahnya untuk penanganan kasus Covid-19 ini. Mencegah penularan, edukasi pasien. Terutama di edukasi soal Covid-19 ini sekarang.

Apa pesan Anda kepada pasien yang kemudian diizinkan pulang?

Tetap menjaga diri. Banyak mengkonsumsi vitamin, terus juga tidak boleh merasa rentan karena pernah terinfeksi virus Covid-19 ini. Jaga kondisi psikologis, dan tetap lakukan social distancing.

Apa benar mereka yang sudah pernah kena Covid-19, imunitas tubuh mereka sudah kebal ketika sembuh?

Menurut kajian ilmiahnya bisa terkena lagi. Cuma namanya imunitas itu, antibodi, ini virus pastinya sudah ada beberapa strain yang sudah bergabung ketika mereka terinfeksi. Jadi masih rentan untuk tertular lagi.

Jadi harus imunitas tubuh mereka yang sudah sembuh dari Covid-19 itu dijaga lagi. Konsumsi vitamin C, secara wajar. Jangan konsumsi asal-asalan juga.

Tanggapan orang-orang terdekat untuk Anda menangani pasien Covid-19?

Mereka lebih percaya kepada saya karena saya sudah menempuh pendidikan cukup lama, baik teori maupun praktek. Mereka percaya. Khawatir itu boleh saja, asal tidak berlebihan. Khawatir berlebihan bikin kita jadi rendah diri, jadi takut.

Pesan dokter kepada masyarakat dalam penanganan Covid-19 ini?

Taati peraturan pemerintah, social distancing dan lainnya. Jangan bandel, kalau bisa di rumah saja, ya di rumah saja. Kelihatannya orang-orang banyak yang bosan di rumah saja, tapi kasus ini meningkat terus lho. Jadi harus mengikuti peraturan, jangan bebal.
Tidak usah khawatir berlebihan juga. (tribun network/genik)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved