Ramadan 2020
Dampak Covid-19, Penjual Kue Takjil Ramadan di Manado Pesimis
Penjual kue takjil Ramadan di Manado, Sulawesi Utara, masih ragu-ragu berjualan di tengah Pandemi Covid-19
Penulis: | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjual kue takjil Ramadan di Manado, Sulawesi Utara, masih ragu-ragu berjualan di tengah Pandemi Covid-19.
Lisnawati Kaiko (41) warga Ketang Baru Lingkungan 2, Kecamatan Singkil salah satu contohnya.
Penjual takjil yang sudah 10 tahun ini, takut kue buatannya tidak terjual selama bulan puasa. Maka dia memilih untuk melihat hasil penjualan pertama besok.
"Saya tunggu hasil jualan. Kalau ramai seperti biasa bakal terus berjualan hingga selesai puasa," ujar Lisnawati Kaiko, Kamis (23/4/2020).
• Bulan Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19, Agung Siapkan Kopian Ayat untuk Tarawih
Menurut dia, bulan Ramadan biasanya menjadi berkat, buat penjual kue takjil. Pasalnya hasil jualan bisa mencapai jutaan rupiah.
Hasil jualan kue bisa membeli baju dan keperluan di hari lebaran.
"Saya bisa menyimpan Rp 3 juta. Itu pendapatan bersih sudah dipotong biaya makan per hari dan bahan kue," ujar dia lagi.
Namun, penjualan kali ini belum bisa dipastikan, karena masyarakat masih takut keluar rumah karena dampak Covid-19.
• Ambil Inisiatif, Hukum Tua Moreah Satu Bantu Tim Pengubur Jenazah Covid-19
Lanjut dia, besok akan coba buat kue roseles 350 biji. Seperti tahun sebelum. Kalau tidak laku, maka dijual keliling. Besoknya memilih untuk stop berjualan.
Pengumpul kue, Muhammad Kunu mengatakan, biasa para pembuat kue menitip jualannya selama bulan Ramadhan.
Hasilnya langsung diberikan saat jualan terjual. Mereka memasukan atau menitip kue dengan harga bervariasi Rp 2.000 hingga Rp 3.000.
• Hasil Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadan 2020/1441 H Diumumkan Kemenag Lewat Ini
"Kami hanya mencari untung Rp 1.000- Rp 1.250," ujar Muhammad Kunu.
Biasanya kue terkumpul pada pembukaan puasa pertama sekitar Rp 2.000 biji dengan berbagai jenis. Kemungkinan tahun ini, tidak seperti itu.
Keuntungan didapat dalam menjual kue, lumayan. Per hari bisa memperoleh Rp 150 ribu bersih selama 25 hari berjualan.
Ia menambahkan, penjualan tahun ini pasti berubah, karena pandemi Covid-19. Apa lagi pemerintah di Kelurahan Ketang Baru melarang buat tenda di pinggir jalan.
• 5 Warga Kotamobagu Positif Covid-19, Penjagaan Pintu Masuk Bolsel Diperketat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penjual-kue-takjil-di-manado-pesimis.jpg)