Breaking News:

Update Virus Corona Bitung

Pakai Data Terpadu, Banyak Warga Terdampak Covid-19 Tak Dapat Bantuan

Sumeldy Maalangga Camat Aertembaga Kota Bitung, menjelaskan pembagian paket bantuan pangan Pemerintah Kota Bitung

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Camat Aertembaga Kota Bitung Sumeldy Maalangga menerima kunjungan H Yusuf Sultan dan menjelaskan proses dan mekanisme serta kondisi yang terjadi terkiat paket bantuan pangan pemerintah ke warga terdampak covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sumeldy Maalangga Camat Aertembaga Kota Bitung, menjelaskan pembagian paket bantuan pangan Pemerintah Kota Bitung di Kecamatan Aertembaga, kepada anggota DPRD Bitung H Yusug Sultan.

Dia jelaskan ada 700 kepala keluarga di 10 Kelurahan se kecamatan Aertembaga, sementara jumlah jiwa ada 28 ribu dengan kepala keluarga 8.001, melalui instruksi dari Wali Kota Bitung data keluarga yang terdampak Covid-19, termasuk warga masyarakat yang dirumahkan dan di-PHK perusahan serta pekerja informal.

Saat pendataan berlangsung oleh lurah dan datanya belum diserahkan pembagian paket bantuan pangan sudah turun dari tim pemerintah, setelah dicek data yang dipakai informasi dari kepala BPBD, data yang dipakai berasal dari data terpadu dari Dinas Sosial tahun 2020 dan juga data dari Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Perhubungan.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmut Ajak Warga Bersinergi Lawan Covid-19

Bantuan yang diserahkan kepada warga yang nama-namanya tercantum dalam data terpadu yang terkumpul dari tiga dinas itu.

Sehingga terjadi kesemerautan dalam penyaluran, ada yang layak dapat tidak dapat dan ironisnya warga yang tidak layak dapat malah mendapat bantuan berupaka beras 10 kilogram, ikan kaleng 10 dan mie instan satu dus.

"Saya sempat bertanya-tanya, bagaimana dengan lurah-lurah yang melakukan pendataan warga yang akan dapat bantuan. Karena dari data lurah ada banyak sampai ratusan di setiap kelurahan. Untuk itulah dari informasi kepala BPBD Bitung, mereka yang sudah terdata dan belum terdata akan mendapat bantuan di tahap kedua sambil diverifikasi warga yang layak menerima," jelas Sumeldy di ruang kerjanya.

Polisi Sebut Pelaku Penyelundupan Cap Tikus Adalah Pemain Lama

Dia jelaskan saat penyaluran bantuan tahap awal, laporan dari lurah warga di wilayah yang menerima bantuan nama-nama warga merupakan warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan langsung pangan non tunai masih menerima bantuan dari pemerintah terkait dampak covid 19.

Bahkan di beberapa kelurahan di kecamatan lainnya terjadi polemik, katanya wali kota pilih kasih, ada yang dapat dua kali bantuan dan ada warga belum dapat sama sekilai.

Kondisi ini langsung dikoordinasikan dengan BPBD dan diinformasikan bahwa warga yang terdata penerima PKH dan bantuan langsung non tunai agar tidak dimasukkan dalam data bantuan covid-19 agar tidak double bantuan.

Sebelum Meninggal, Kartini Sempat Berpamitan Lewat Surat: Aku yang Meninggal Lebih Dulu, Lihat Saja

"Harus diberikan kepada warga yang benar-benar layak dapat dan belum ada bantuan-bantuan lainnya," tambahnya.

Sumeldy berharap penyaluran bantuan tahap II tidak seperti tahap I, ada banyak KK di kelurahan tapi banyak warga yang tidak masuk dalam data penerima, karena menggunakan data terpadu.

Mudah-mudahan dengan pendataan yang telah dilakukan di tahap II ini bisa menjangkau warga yang layak menerima.(crz)

Sejarah Hari Kartini, Sosok Tokoh yang Membuktikan, Perempuan Juga Mampu Melakukan Peran Laki-laki

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved