Update Virus Corona Bolmong
Ibadah Sendirian di Kos, Kirim Persembahan Lewat Transfer Norek, 'Lebih Terasa Pikul Salib-Nya'
Covid-19 mengubah pola ibadah agama-agama samawi. Dari beribadah di gedung menjadi di rumah
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Yang tidak dilakukannya adalah memberi persembahan. Bila ibadah di rumah, persembahan
tetap berlangsung.
• Tukang Sayur Hingga Ojek ikut Terjaring Operasi Satlantas Polres Bolsel
Persembahan dikumpul, nanti dijemput syamas usai ibadah. Ia sudah mengalami tiga kali ibadah sendirian di kos.
Mengikuti anjuran pemkab Bolmong, ia tidak pulang ke Manado meski sudah dianjurkan bekerja dari rumah.
"Saya sudah hampir sebulan tak balik Manado, sedih sih, tapi sebagai warga negara yang baik saya ikut anjuran pemerintah," kata dia.
Biasanya di Manado ia ibadah dengan keluarga, teman dan pacar. Kini ia beribadah sendiri.
"Rasanya beda, mungkin kalau ibadah bersama suasananya lebih hangat tapi ibadah sendiri di kos punya efek spiritual yang dalam. Saya lebih pasrah pada Tuhan, lebih terasa pikul salibnya," kata dia.
• Efek Social Distancing, Konsumsi BBM di Sulawesi Turun 15 Persen, Pertalite Bahkan 22 Persen
Dwight Mario, karyawan swasta lainnya juga ibadah di kos lewat online.
Bedanya dari Silvana, ia ikut ibadah yang terbilang singkat ritual. Hanya ada doa buka, khotbah, syafaat dan doa tutup.
"Elemen pentingnya khotbah, itu adalah imun rohani saya menghadapi masa gelap ini," kata dia.
Ia mengaku beri persembahan. Caranya lewat transfer di rekening. "Yang saya beri tak banyak tapi
segenap hati," kata dia.
Ia mengaku sulit melewatkan waktu ibadah. Makanya ia bela belain tetap ibadah meski hanya
endirian di tempat kos. "Saya rindu kembali beribadah dengan banyak orang di Gereja. Moga wabah ini cepat berlalu," ujarnya. (art)
• Covid-19 Pukul UMKM Sulut, Omzet Toko Oleh-oleh Manarou Souvenir Turun hingga 100 Persen