Staf Khusus Presiden
Sandiaga Uno Prihatin Kepada Staf Khusus Presiden yang Buat Kesalahan: Dimaafkan, Niatnya Baik
Tak ingin masalah menjadi panjang, Sandiaga meminta semua pihak memaafkan kesalahan yang telah dibuat oleh Stafsus tersebut.
"Yang harus berhadapan dengan begitu banyak update, dan perkembangan Covid-19 ini, kepercayaan publik dijaga dengan trust level yang tinggi," ujarnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu lanjut menyoroti prestasi para Stafsus milenial.
"Saya juga melihat stafsus milennial ini adalah tokoh-tokoh yang hebat, di usia muda bisa memiliki kemampuan kewirausahaan, menciptakan unicorn-unicorn, atau perusahaan-perusahaan digital yang sukses," ujar Sandiaga.
Berkaca dari sisi-sisi positif tersebut, Sandiaga meminta semua pihak bisa memaafkan kesalahan yang dibuat oleh para Stafsus milenial.
"Ini sebetulnya bisa menjadi satu inspiransi, tentunya jangan saling menyalahkan, kita beri kesempatan," kata Sandiaga.
"Masyarakat kita ini diberi suatu penjelasan yang transparan, dan langkah-langkah memitigasi benturan-benturan tersebut."
"Dan saya yakin apalagi kalau diiringi permintaan maaf, insyaallah polemik ini bisa kita sudahi," sambungnya.
Sandiaga ingin agar semua pihak kembali berfokus pada penanganan Covid-19.
"Mari kita pusatkan lagi perhatian kita pada penanganan Covid-19," ucapnya.
"Kalau kita bisa menyelematkan sisi kemanusiannya, Insyaallah sisi ekonominya juga bisa kita perbaiki, dan Indonesia kembali bangkit," imbuh Sandiaga.
Stafsus Milenial Surati Camat
Sebelumnya diberitakan, Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan bagian dari Stafsus Milenial menjadi perhatian publik lantaran keberadaan surat atas nama dirinya dengan kop Sekretariat Kabinet.
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/4/2020), surat tersebut ditujukan kepada camat di seluruh Indonesia.

Dalam surat tersebut, Andi memperkenalkan dirinya kepada semua camat di Indonesia selaku Staf Khusus Presiden.
Pada surat tersebut, Andi menuliskan permohonan agar para camat mendukung edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) dalam rangka melawan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh PT Amartha Mikro Fintek (Amartha).