Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Waspadai Orthorexia, Gangguan Makan yang Disebabkan Obsesi Terhadap Makanan Sehat

Selain itu, mereka yang memiliki kecenderungan perfeksionisme dan kecemasan tinggi juga bisa mengalami orthorexia.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi gangguan makan. 

Orthorexia juga dapat menyebabkan malnutrisi parah yang memicu masalah pencernaan, ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal, asidosis metabolik dan gangguan kesehatan tulang.

Komplikasi fisik ini dapat mengancam jiwa dan tidak boleh diremehkan.

- Efek psikologis

Penderita ortoreksia dapat mengalami frustrasi yang hebat ketika kebiasaan mereka yang berhubungan dengan makanan terganggu.

Terlebih lagi, melanggar aturan diet yang dipaksakan sendiri cenderung menyebabkan perasaan bersalah dan membenci diri sendiri.

Penderita ortorexia juga cenderung kurang berhasil dalam tugas yang membutuhkan keterampilan pemecahan masalah yang fleksibel.

Mereka juga kurang mampu mempertahankan fokus pada lingkungan sekitar, termasuk manusia.

- Efek sosial

Penderita orthorexia biasanya sulit mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang berkutat tentang makanan, seperti pesta makan malam atau makan di luar.

Pikiran yang terobsesi dengan pola makan sehat juga sering menyebabkan penderita orthorexia sulit melakukan interaksi sosial.

Hal ini dapat membuat mereka mengalami isolasi sosial.

Cara mengatasi
Jika tidak segera diobati, penderita orthorexia bisa mengalami masalah kesehatan serius.

Langkah pertama untuk mengatasi ortorexia adalah mengidentifikasi gejalanya dengan melihat efek negatif yang dialami.

Setelah itu, penderita orthorexia harus gerea mencari bantuan ahli jiwa dan ahli gizi.

Biasanya, metode pengobatan yang dilakukan untuk pasien orthorexia antara lain:

  • modifikasi perilaku
  • restrukturisasi kognitif
  • berbagai bentuk pelatihan relaksasi

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai, Obsesi dengan Pola Makan Sehat Bisa Sebabkan Orthorexia".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved