Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Penyebab Israel Disebut Peringkat 1 Tempat Teraman dari Serangan Virus Corona

Pada hari-hari awal krisis virus corona, dr. Arnon Afek memulai pagi harinya dengan menuangkan literatur terbaru tentang virus ini.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
kompas.com
Petugas kesehatan Israel dan Palestina kompak melawan virus Corona. Kedua pemerintah resmi menutup akses di perbatasan dengan Masir, Minggu (8/3/2020) waktu Israel. 

"Negara ini relatif kecil, terorganisir dengan baik dan sistem manajemen GovTech mereka cukup efisien diterapkan secara nasional," Dmitry Kaminsky, mitra pengelola DKV, mengatakan dalam sebuah wawancara.

Singapura berada di posisi kedua pada 1 April, diikuti oleh Hong Kong di posisi keempat dan Taiwan di posisi kelima.

Jepang berada di urutan keenam, dengan Korea Selatan berada di peringkat 10 besar.

Semua memiliki sistem perawatan kesehatan yang canggih.

Tetapi Kaminsky menyebut bahwa keseharian selama berpuluh-puluh tahun Israel yang dekat dengan konflik dan peperangan membuatnya jadi punya keuntungan ekstra.

Israel sudah terbiasa, oleh karenanya sangat baik untuk mengambil tindakan seperti memblokir perbatasan, memobilisasi sumber daya dan menghadapi setiap ancaman geopolitik yang mungkin timbul dari pandemi.

Ini kedengarannya masuk akal bagi Afek.

"Kami bekerja di masa damai untuk mempersiapkan, melakukan latihan, dan memastikan semua sistem kami berbicara dalam satu 'bahasa.' Semua rumah sakit, layanan darurat, tentara, polisi ... tahu cara bekerja karena kita melakukannya selama latihan," katanya.

Mereka tidak pernah berlatih untuk krisis persis seperti ini.

Faktor dalam "sektor teknologi yang berkembang dengan baik dan beberapa tingkat disiplin sosial," sebagaimana dikatakan Kaminsky, membuatnya memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Keselamatan, tentu saja, tidak berarti kekebalan.

Total kasus Israel telah melampaui 8.000 dalam beberapa minggu terakhir. Sebagian besar menderita infeksi ringan dengan angka kematian mencapai 47 pada hari Minggu.

Tapi itu adalah angka tertinggi.

Menteri Kesehatan Yaakov Litzman dinyatakan positif pekan lalu, memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikarantina untuk kedua kalinya.

Virus ini telah menyebar meskipun pembatasan karantina telah dilakukan sejak awal, dan sejk 12 Maret, seluruh dunia memberlakukan yang sama.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved