Update Virus Corona Sulut
Dampak Covid-19, Adit Gadaikan Ponsel Demi Makan, 1.500 Pekerja Kena PHK, 3.000 Dirumahkan
"Kami cuma diminta tetap stan by jika ada panggilan, selama dirumahkan gaji tidak dibayar," kata dia.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
"Rata-rata dari pekerja perhotelan. Jumlah tersebut dipastikan bertambah, karena ada perusahaan yang tutup mulai April ini," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo.
Dia menuturkan, solusi saat ini sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), para pekerja yang dirumahkan maupun di PHK diusahakan mendapatkan Kartu Pra Kerja.
"Juga ada pelatihan secara online, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan bagi sektor formal," tuturnya.
Adit salah satu pekerja pariwisata di Manado mengaku terpaksa menggadaikan barang untuk menyambung hidup.
Motor sudah tergadaikan, menyusul ponsel kesayangannya.
"Kalau tak demikian kita sulit makan," katanya.
Lina, warga Lolak coba berbisnis di masa krisis ini.
Ia menjual donat yang bisa diantar ke rumah rumah.
"Ini untuk para pekerja yang masih stay di kantor dan penghuni kos kosan," katanya.
Wimfried seorang pengusaha dari Bolmong mengaku kesulitan menggaji karyawannya.
Dalam sebulan, pembeli hanya bisa dihitung dengan jari.
"Tapi saya tak berpikir mem PHK mereka, meski gaji mereka sulit dibayar," kata dia.
Pemkab Bolmong akan mendata 2500 pengangguran di Kabupaten Bolmong sebagai salah satu cara penanganan dampak wabah Covid 19.
Hal itu disampaikan Sekda Bolmong Tahlis Gallang dalam rapat membahas pembentukan pos tapal batas di ruang aula lantai 2 Pemkab Bolmong pada pekan lalu.
Asisten 1 Pemkab Bolmong Dekker Rompas mengatakan, pihaknya sementara melakukan persiapan pendataan para penganggur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suasana-perbatasan-bolmong-dan-minsel-98866.jpg)