Update Virus Corona Sulut
Dampak Covid-19, Adit Gadaikan Ponsel Demi Makan, 1.500 Pekerja Kena PHK, 3.000 Dirumahkan
"Kami cuma diminta tetap stan by jika ada panggilan, selama dirumahkan gaji tidak dibayar," kata dia.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Hari-hari gelap bagi Asyer bermula pertengahan Mei lalu.
Kala itu, pekerja salah satu pusat perbelanjaan di Manado ini, dirumahkan perusahaan tempatnya bekerja.
"Kami cuma diminta tetap stan by jika ada panggilan, selama dirumahkan gaji tidak dibayar," kata dia.
Tanpa pendapatan, warga Minut ini, kelimpungan membiayai hidup.
Makan sehari saja terasa sulit.
"Kami makan seadanya saja, nasi dan telur, atau mi instan, itupun sehari dua kali," kata dia.
Sebut Asyer, tagihan kreditnya menumpuk.
Mulai dari ponsel, sepeda motor hingga mesin cuci.
"Saya tak tahu lagi mau bayar dengan apa," kata dia.
Asyer sama sekali belum menemukan solusi bagaimana bertahan hidup.
"Mau usaha butuh modal, tapi uang dari mana," kata dia.
Wabah Covid 19 memukul perekonomian Sulut.
Sejumlah perusahaan kehilangan pendapatan.
Akibatnya karyawan di PHK atau dirumahkan.
Di Sulut, data dinas tenaga kerja Sulut sebagaimana dilansir dari Kompas.com, sebanyak 1.500 pekerja di Sulut terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 3.000 dirumahkan karena pandemi corona (Covid-19).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suasana-perbatasan-bolmong-dan-minsel-98866.jpg)