Update Virus Corona Sulut

Surat Camat Madidir dan Aertembaga Terkait Covid-19 Bikin Heboh, Ini Penjelasannya

Dua surat resmi yang ditandatangani Camat Aertembaga, Camat Madidir dan Kepala Kelurahan Madidir Weru menjadi perbincangan publik

Istimewa
Camat Aertembaga Sumeldy Maalangga saat melaksanakan upaya penanggulangan dan pencegahan Pandemi Covid-19 bersama TNI-Polri 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Dua surat resmi yang ditandatangani Camat Aertembaga, Camat Madidir dan Kepala Kelurahan Madidir Weru Kota Bitung, Provinsi Sulut menjadi perbincangan publik media sosial (medsos), Jumat (10/4/2020).

Selain surat ada selembar lampiran berisi 18 dan 17 nama-nama warga, berselewiran di laman Facebook dan pesan berantai Whatsapp.

Surat itu merupakan surat resmi ditujukkan kepada Wali kota Bitung Max J Lomban.

Surat pengiriman data dari Pemerintah Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, yang memuat data nama-nama warga yang pernah kontak dengan seorang pasien yang diduga positif covid-19.

Ada Tiga Pasien ODP Covid-19 Dirawat di RS Kalooran Amurang

Dan surat dari Pemerintah Kecamatan Madidir, Kelurahan Madidir Weru kepada Wali kota Bitung Max J Lomban perihal laporan warga yang kontak langsung dengan warga diduga penderita Covid-19 di Kelurahan Madidir Weru.

Tepatnya ada 17 orang kontak langsung dengan penderita tersebut saat datang ke sebuah rumah ibadah yang berlokasi di Kelurahan Madidir Weru Lingkungan V RT 20.

Dari puluhan nama itu adalah seorang pria DNB, yang dijemput oleh tim Covid-19 Kota Bitung pada (8/4/2020) dan saat ini sedang dilakukan penanganan intensif dan diperiksa di RSUP Prof dr Kandou Malalayang, Manado.

Ke 34 nama di atas dikabarkan sempat kontak erat dengan DBN, pasca-kembali dari isolasi di RSUP Prof dr Kandou Malalayang Manado 3 April 2020.

Bupati dan Wabup Minut Ucapkan Turut Berdukacita Atas Meninggalnya 1 Pasien Positif Covid-19

Menurut Camat Aertembaga Sumeldy Maalangga yang bersangkutan sempat kontak langsung dengan perangkat pemerintah kelurahan.

Ada seorang lurah, istri lurah, sekretaris kelurahan, kepala lingkungan dan ketua RT.

"Kontak dilakukan yang bersangkutan (DNB) ketika menjalani profesinya sebagai seorang pengacara menangani masalah tanah di wilayah kami, pasca-keluar rumah sakit karena sudah ada dua kali pemeriksaan negatif," kata Camat Sumeldy kepada Tribun.manado.co.id, Jumat (10/4/2020).

Perangi Covid-19, Tatong Bara Ajak Warga Saling Mengedukasi

Pihaknya akan terus mendata warga atau orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan yang bersangkutan, sambil terus memberikan imbauan kepada warga untuk melakanakan protap penanggulangan dan pencegahan covid-19.

Selain itu pihaknya juga menyarankan agar mereka yang sempat kontak dengan yang bersangkutan untuk makan makanan sehat, konsumsi vitamin dan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing sambil di pantau oleh petugas kesehatan atau tim covid-19 kota Bitung.

Sementara di wilayah Kecamatan Madidir yang bersangkutan terinformasi sempat melakukan ibadah di sebuah rumah ibadah, dan setelah ibadah kontak langsung di orang-orang dengan cara bersalaman.(crz)

Petugas Puskesmas Talawaan Periksa 54 Orang yang Punya Kontak dengan Pasien Positif Covid-19

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved