Kesehatan

Terlalu Sering Pipis Bisa Menjadi Tanda Penyakit Tertentu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kebelet pipis terus-menerus bisa disebabkan konsumsi cairan yang terlalu banyak.

New Health Advisor
Ilustrasi buang air kecil. 

Melansir Web MD, sejumlah gangguan kesehatan juga bisa menyebabkan sering pipis:

  • Infeksi saluran kencing: sering berkemih disertai demam dan sakit perut
  • Diabetes: sering pipis bisa jadi gejala awal diabetes tipe 1 dan 2. Gangguan kadar gula dapar membuat tubuh aktif mengeluarkan glukosa yang tidak terpakai lewat urine
  • Kehamilan: pada awal kehamilan, pertumbuhan rahim dapat menekan kandung kemih sehingga intensitas buang air kecil meningkat
  • Gangguan prostat: pembengkakan pada prostat dapat menekan dinding kandung kemih, sehingga pria jadi ingin sering kencing
  • Interstitial cystitis: penyakit kronis yang ditandai dengan gejala sering kencing, rasa sakit di kandung kemih, dan sekitar panggul
  • Stroke dan penyakit saraf: kerusakan pada saraf yang mengendalikan fungsi kandung kemih dapat membuat Anda sering buang air kecil

Penyebab sering kencing yang tidak terlalu lazim lainnya adalah kanker kandung kemih, disfungsi kandung kemih, dan efek terapi radiasi kanker

Diagnosis sering kencing
Umumnya, sering pipis bukanlah gangguan kesehatan yang serius.

Namun, Anda perlu berhati-hati apabila sering pipis disertai demam, sakit punggung, muntah, ada pendarahan, atau keluar cairan dari penis dan vagina saat berkemih.

Untuk menentukan penyebab pasti kenapa Anda jadi sering pipis, dokter terlebih dulu memeriksa riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selain itu, ada juga serangkaian pemeriksaan lewat sistoskopi (pemeriksaan bagian dalam kandung kemih), tes neurologis, dan ultrasonografi.

Cara mengatasi kencing terus-menerus
Untuk mengatasi masalah sering pipis, Anda dapat mencari solusinya setelah menentukan penyebab pastinya.

Misalkan penyebab sering pipis adalah penyakit diabetes, maka Anda perlu mengendalikan kadar gula darah.

Sedangkan untuk kandung kemih yang terlalu aktif, ada beberapa terapi perilaku yang disarankan. Antara lain:

  • Latihan mengontrol kandung kemih: menjaga interval ke kamar mandi dengan cara menahan pipis selama 12 minggu
  • Pengaturan asupan: hindari asupan yang dapat mengiritasi kandung kemih seperti kafein, alkohol, soda, minuman berpemanis buatan, sampai makanan pedas
  • Penataan pola minum: pastikan kecukupan cairan agar tidak kurang dan berlebihan. Hindari minum sesaat sebelum tidur
  • Senam kegel: latihan untuk memperkuat otot sekitar kandung kemih dan uretra dapat mengurangi dorongan keinginan sering pipis
  • Obat-obatan dan operasi: dokter dapat meresepkan obat-obatan atau tindakan operasi untuk mengontrol aktivitas berkemih agar tidak terlalu aktif
  • Menjaga pola makan, minum, serta gaya hidup aktif umumnya dapat mencegah masalah ingin pipis terus-menerus.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sering Kencing: Penyebab, Diagnosis, Cara Mengatasi".

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved