Ekonomi

Presiden Jokowi Minta SRi Mulyani Kaji Kembali Pemberian THR dan Gaji ke-13 PNS

Outlook belanja negara mengalami kenaikan dari sebelumnya diasumsikan sebesar Rp 2.540,4 triliun menjadi sebesar Rp 2.613,8 triliun.

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan outlook kinerja APBN 2020 yang akan memburuk oleh dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Oleh karena itu, sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sri Mulyani akan mengkaji kembali pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2020.

“Dengan penerimaan yang turun, di sisi lain belanja meningkat. Kami masih membahas sejumlah langkah, termasuk Presiden meminta dibuat kajian pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu dipertimbangkan lagi, mengingat beban negara meningkat,” tutur Sri Mulyani dala. Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2020).

Berdasarkan perhitungan pemerintah, Sri Mulyani mengungkap penerimaan negara akan mengalami penurunan sebesar 10 persen atau Rp 472,3 triliun, sehingga outlook menjadi hanya Rp 1.760,9 triliun dari target sebelumnya sebesar Rp 2.233,2 triliun.

Sebaliknya, outlook belanja negara mengalami kenaikan dari sebelumnya diasumsikan sebesar Rp 2.540,4 triliun menjadi sebesar Rp 2.613,8 triliun.

Dengan demikian, defisit APBN pun naik drastis dari sebelumnya Rp 307,2 triliun atau 1,76 persen terhadap PDB menjadi sebesar Rp 853 triliun atau setara 5,07 persen terhadap PDB.  

Lantas, pemerintah pun kini fokus melakukan realokasi dan refocusing anggaran.

Sri Mulyani mengestimasi, penghematan belanja negara dengan dilakukannya realokasi dan refocusing mencapai Rp 190 triliun.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Sri Mulyani kaji pemberian THR dan gaji ke-13 bagi PNS.

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved