News

Misteri Aurora Merah Terpecahkan Setelah Catatan Pertama 1.400 Tahun Silam

Semenjak ditemukan, belum ada peneliti atau ilmuwan yang berhasil menemukan penyebab ilmiah fenomena Aurora merah.

(Richard Hamilton Smith - Getty Images)
Aurora merah di Jepang 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Akhirnya Misteri Aurora Merah terpecahkan.

Catatan astronomi tertua di Jepang berasal dari kisaran 1.400 tahun lalu, di mana warga Negeri Matahari Terbit tersebut menemukan fenomena Aurora merah.

“Catatan astronomi tertua itu disebut tanda merah (red sign),” tutur Ryuho Kataoka, peneliti dari National Institute of Polar Research, Jepang, seperti dikutip dari situs MSN.

Semenjak ditemukan, belum ada peneliti atau ilmuwan yang berhasil menemukan penyebab ilmiah fenomena Aurora merah.

Andrea Dian Sembuh dari Virus Corona, Setelah 3 Minggu Dirawat: Aku Sudah Dipulihkan

Terlebih lagi, Aurora biasanya ditemukan di Kutub Utara (Borealis) atau Kutub Selatan (Australis).

Sebelum studi terbaru ditemukan, para ilmuwan berspekulasi Aurora merah merupakan fenomena alam yang dihasikan dari badai magnet Bumi.

Deskripsi inilah yang dianut oleh warga Jepang dalam waktu lama.

Namun akhirnya, Kataoka dan timnya melakukan serangkaian tes untuk membuktikan hal tersebut.

Mereka mempublikasikan hasil dari penantian ribuan tahun ini pada 31 Maret lalu di Sokendai Review of Culture and Social Studies.

Disebutkan bahwa Aurora terbentuk ketika partikel dari cahaya Matahari bertemu dengan medan magnet Bumi, sehingga mengaktifkan elektron dari atom yang berbeda pada atmosfer.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved