Update Virus Corona Dunia
Presiden Filipina Beri Peringatan Keras, Ancam Tembak Mati Bagi Siapa pun yang Langgar Lockdown
Dengan tegas Duterte menyatakan siapa pun yang melanggar lockdown virus corona di pulau Luzon akan ditembak mati oleh militer atau polisi.
"(Aku) perintahkan mereka menembak mati," tegasnya.
"Apakah itu dipahami?" dia menambahkan.
"Mati. Alih-alih menyebabkan masalah, aku akan menguburmu," tegasnya.

Ancaman Duterte muncul setelah laporan kerusuhan di Kota Quezon.
Wilayah Quezon merupakan bagian dengan penghasilan rendah dari ibukota Manila.
Diketahui, para penduduk memprotes kurangnya bantuan makanan pemerintah.
Menurut laporan CNN Filipina, setidaknya 21 orang ditangkap.
Duterte Peringatkan Soal Diskriminasi Pekerja Medis
Duterte juga memperingatkan bahwa pelecehan atau diskriminasi terhadap pekerja medis, didorong oleh stigma paparan COVID-19.
Hal tersebut tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi.
Kepala polisi nasional mengatakan pada hari Kamis, minggu lalu, bahwa petugas tidak menganggap ancaman Duterte secara harfiah.
Mereka mengatakan tidak ada yang akan ditembak karena melanggar kuncian, lapor Reuters.
Presiden dikenal karena ucapannya yang agresif dan ofensif, khususnya berkaitan dengan hukum dan ketertiban.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Filipina Peringatkan Bagi Siapa pun yang Langgar Lockdown Dapat Ditembak Mati