Breaking News:

300 Calon Perwira Polisi Diisolasi di Asrama

Sebanyak 300 siswa calon perwira di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat

Kompas.com
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 300 siswa calon perwira di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terindikasi positif terjangkit virus corona (Covid-19) dan diisolasi di asrama. Hal itu diketahui usai dilakukan pemeriksaan cepat (rapid test) antibodi terhadap 1.550 siswa di sekolah itu.

Presiden Ingatkan Pemda Tak Ada Lockdown

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/4). Argo mengatakan temuan ini berawal dari adanya tujuh siswa yang mengalami demam tinggi.

Dua siswa lainnya mengalami gejala yang sama. Selanjutnya, sembilan siswa tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan seperti rontgen paru-paru. Sementara, mereka didiagnosa terjangkit demam berdarah.

Atas kejadian itu, pihak Setukpa Lemdikpol Polri berinisiatif melakukan rapid test terhadap seluruh siswa yang berjumlah 1550 orang. Hasilnya, sebanyak 300 siswa terindikasi positif virus corona. Argo menegaskan, 300 siswa itu berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). "Sisanya 300 siswa yang rapid testnya‎ positif. Kami perlakukan layaknya Orang Dalam Pengawasan," ungkap Argo.

Menurut Argo, kini 300 siswa yang positif corona itu diisolasi di asrama Setukpa Lemdikpol Polri selama 14 hari, Mereka berada di bawah pengawasan Dokkes Polri. "‎Untuk 300 siswa tersebut selama isolasi diberi vitamin C, baik tablet maupun disuntik.

Mereka sudah kami lakukan rontgen, dan hasilnya normal. Makanan juga diperhatikan benar-benar yang bergizi, termasuk diberi trauma healing untuk memotivasi selalu semangat,"  ungkap Argo.

Usai proses isolasi 14 hari itu, Polri akan melakukan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT PCR), dengan pengambilan swab atau usapan lendir hidung dan tenggorokan untuk memastikan ada atau tidaknya virus corona di tubuh mereka.

Pasien Positif Punya KTP Tomohon: Ini Alasan Pengamat Sebut Sulut Sukses Tekan Corona

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafak menjelaskan, hasil rapid test tidak dapat dijadikan tolak ukur seseorang terjangkit virus corona.

Sebab, pemeriksaan tersebut hanya mengetahui tingkat antibodi seseorang dan tingkat akurasi virus corona sebesar 80 persen. Namun, 300 siswa Setukpa itu dikenakan status ODP dan harus diisolasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Ia mengungkapkan, kini kondisi kesehatan 300 siswa itu tampak sehat. Bahkan, sama sekali tak menunjukkan gejala-gejala terjangkit virus corona. "Kondisi sehat sekali," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved