Update Virus Corona Sulut
Pembebasan Tarif Listrik 400 VA, Henny dan Suami Diuntungkan, Kalau Boleh hingga Setahun
Belum lama ini Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan serta diskon tarif listrik sebagai bantuan pemerintah atas dampak pandemi Covid-19
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Belum lama ini Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan serta diskon tarif listrik sebagai bantuan pemerintah atas dampak pandemi virus corona Covid-19.
Pembebasan tarif berlaku selama tiga bulan yakni pada April, Mei, dan Juni 2020 bagi pelanggan 450 VA.
Kebijakan tersebut diambil untuk meringankan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Sementara bagi pelanggan golongan 900 VA diberikan diskon 50 persen selama 3 bulan.
• Bea Cukai Sebut Pakaian Cabo Berpotensi Sebar Covid-19, Imbau Jangan Dibeli
Tak sedikit respons bahagia dari masyarakat Indonesia.
Satu di antaranya, Henny Lengkong warga Modayag pelanggan listrik berdaya 450 VA.
Pantauan Tribunmanado.co.id, rumah Henny Lengkong berada di pemukiman yang dekat dari jalan raya, rumah beratap seng dan berdinding beton yang dicat warna hijau tua berpadukan hijau muda tersebut dihuni oleh empat orang anggota keluarga termasuk dirinya, suami dan kedua anaknya.
• Terus Melonjak, Gedung Putih Prediksi Kematian Akibat Virus Corona di AS Bisa Capai 200.000 Orang
Tanta Hen sapaan akrabnya turut mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang berani mengambil tindakan berisiko bisa merugikan negara dengan membebaskan tarif listrik 450 VA.
"Saya tentunya senang, terlebih saat ini lagi mewabah virus corona, jualan saya pun sunyi," ujar ibu dua anak itu.
Pemilik rumah makan tersebut menambahkan, jangan sampai kebijakan presiden hanya berlaku di Jakarta.
"Jangan sampai kebijak itu hanya berlaku di Jakarta saja, nanti pas saya tidak bayar selama tiga bulan karena saya tahu gratis malah numpuk dan kena denda dari PLN di sini (Boltim)," ucapnya.
• Kabar Baik, Jumlah Pasien Virus Corona yang Sembuh di Indonesia Semakin Meningkat
Ia berharap, kebijakan tersebut bisa secepatnya terealisasi dikarenakan apabila dihitung hingga hari ini sudah seminggu tempat usahanya sepi dikarenakan wabah corona.
Sementara itu, Tomi Rumampou sang suami mengatakan, penghasilan ojek dirinya pun menipis.
"Biasanya sehari bisa mendaptkan lebih dari Rp 200 ribu, namun setelah berita wabah corona dan pemerintah memberlakukan di rumah saja, para penumpang pun terlihat sepi," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan kebijakan tersebut masyarakat bisa tertolong untuk biaya listrik sebulan bisa dipakai untuk keperluan lainnya.
"Sebulan kami biasanya bayar Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu. Jadi kalau kami bebas biaya listrik tiga bulan sangat untung sekali. Tapi kalau bisa sih setahun hingga wabah corona benar-benar hilang," ujarnya. (ana)
• BREAKING NEWS: PDP di Sulut Bertambah Satu Orang, Positif Corona Tetap Dua